Buka konten ini
NEW YORK (BP) – CEO Skydance David Ellison belum bisa leluasa bergerak memperluas kekuasaan bisnis ke sektor media global. Putra Larry Ellison, pendiri Oracle, tersebut masih menanti persetujuan akuisisi Skydance terhadap Paramount dari pemerintah Amerika Serikat (AS).
New York Post memberitakan kemarin (19/5), Federal Communications Commission (FCC) belum memberikan lampu hijau atas akuisisi Paramount oleh Skydance senilai USD 8 miliar (sekitar Rp 131 triliun dengan kurs Rp 16.490 per USD).
Namun, kedua perusahaan telah bersiap melangkah lebih jauh untuk memperluas pengaruh bisnis media jika kesepakatan itu resmi disetujui.
Langkah tersebut menunjukkan ambisi keluarga Ellison untuk menantang dominasi raksasa industri seperti Comcast dan Warner Bros. Discovery. Melalui Skydance, mereka berencana memperbesar skala bisnis Paramount yang selama ini dinilai kurang kompetitif. Terutama dalam sektor streaming yang kian strategis pada era digital.
Sumber On The Money mengungkapkan, strategi Ellison itu bukan semata menyelamatkan perusahaan, melainkan mengubah arah Paramount menjadi entitas media global yang lebih modern dan efisien.
Sebagai informasi, Paramount saat ini menghadapi tantangan besar akibat menurunnya performa kanal-kanal tradisional seperti CBS, MTV, dan Nickelodeon.
Peralihan audiens ke platform digital seperti TikTok memperparah penurunan pendapatan. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO