Buka konten ini

NONGSA (BP) – Kantor Camat Nongsa kembali dilanda banjir usai hujan mengguyur wilayah tersebut, Jumat (16/5). Halaman hingga bagian dalam kantor tampak kotor dan dipenuhi lumpur, menyulitkan aktivitas pegawai maupun masyarakat.
Camat Nongsa, Arfandi, menyatakan bahwa banjir telah menjadi persoalan menahun yang belum juga tertangani secara memadai.
“Sudah hampir setiap hujan deras, selalu banjir. Alhamdulillah tadi (kemarin) pagi hujannya tidak terlalu deras, jadi masih bisa dilewati meski berlumpur,” ujar Arfandi saat ditemui, Jumat (16/5).
Ia menjelaskan, kondisi tersebut diperburuk oleh pembangunan perusahaan di samping kantor camat. Pemerataan lahan yang dilakukan perusahaan itu menyebabkan aliran air tersumbat, sehingga limpasan air membawa lumpur ke area kantor. “Kami juga akan mengimbau perusahaan agar tidak menimbulkan dampak lingkungan yang lebih besar,” tegasnya.
Arfandi mengungkapkan bahwa pihaknya telah beberapa kali mengajukan permohonan perbaikan infrastruktur, khususnya jalan di depan kantor yang dinilai tak lagi layak dan menjadi salah satu penyebab genangan. Namun, hingga kini usulan tersebut belum mendapat tanggapan dari instansi terkait.
“Sudah kami ajukan beberapa kali, tapi belum dikabulkan. Mungkin karena dananya difokuskan ke kebutuhan yang lebih mendesak,” ungkapnya.
Tahun ini, pihak kecamatan berencana kembali mengusulkan permohonan dalam skala yang lebih besar, yakni revitalisasi total bangunan kantor beserta jalan di sekitarnya. “Mudah-mudahan dikabulkan. Kami juga masih menunggu arahan dari pimpinan,” ujarnya.
Selain itu, ia bersama jajaran dan warga sekitar telah meninjau beberapa titik rawan banjir di wilayah Nongsa. Untuk mengantisipasi banjir susulan, pihak kecamatan menggelar gotong royong membersihkan saluran dan lingkungan bersama warga yang terdampak.
“Kami gotong royong bersama warga yang kemarin sempat terdampak banjir. Ini bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan,” tutup Arfandi.
Sebelumnya, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad melakukan peninjauan langsung ke Kantor Camat Nongsa, Selasa (22/4/2025) lalu. Peninjauan ini dilakukan sebagai respons atas persoalan banjir yang kerap melanda wilayah tersebut, khususnya saat hujan deras mengguyur, hingga mengganggu aktivitas pelayanan di kantor camat.
Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota didampingi Camat Nongsa, Arfandi, serta Kepala Bidang Bina Marga Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam, Dohar.
”Banjir ini kerap kali terjadi dan menyebabkan gangguan dalam pelayanan kepada masyarakat. Maka perlu kita tangani secara cepat dan tepat,” ujar Amsakar di lokasi.
Ia menambahkan, saat ini Pemko Batam tengah melakukan mitigasi serta pemetaan lokasi dan pola penanganan banjir. Salah satu upaya yang akan segera dilakukan adalah mengerahkan satu unit alat berat jenis eskavator long arm untuk membuka kantong-kantong kolam retensi di sekitar kantor camat.
“Ada dua titik yang akan ditangani terlebih dahulu, yakni di simpang jalan masuk kantor camat dan satu lagi di area dalam. Tujuannya adalah memperlambat aliran air yang masuk serta mempercepat aliran keluar agar tidak menggenang,” jelasnya.
Lebih lanjut, Amsakar menegaskan bahwa solusi permanen akan didasarkan pada kajian teknis lebih lanjut. Saat ini, DBMSDA sudah mengidentifikasi beberapa titik krusial yang menyebabkan genangan, yakni di depan, samping, dan belakang kantor camat.
“Saluran air yang ada saat ini perlu ditinjau kembali. Nanti kita akan lihat hasil kajiannya seperti apa, dan segera ambil tindakan yang terbaik,” ucapnya. (*)
Reporter : Yashinta
Editor : RATNA IRTATIK