Buka konten ini
KREMLIN (BP) – Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim telah melakukan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin, Kamis (15/5).
Dalam pertemuan itu, Anwar Ibrahim mengatakan akan terus memperjuangkan keadilan bagi keluarga korban tragedi MH17.
“Malaysia tetap bertekad untuk memastikan akuntabilitas dan penyelesaian yang adil bagi para korban dan keluarga mereka yang terus menanggung beban tragedi ini,” katanya Anwar dalam unggahan resminya melakui akun Facebook seperti dikutip dari Reuters.
Dewan Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) menyebut bahwa Rusia dinyatakan bersalah karena telah menembak jatuh pesawat MH17 dan menewaskan 298 penumpang.
Unit Organisasi PBB yang bergerak dalam bidang penerbangan menjelaskan bahwa Rusia bertanggung jawab atas jatuhnya MH17 yang ditembak jatuh di Ukraina timur pada tahun 2014 selama pertempuran antara separatis pro-Rusia dan pasukan Ukraina.
Hal itu juga telah dikonfirmasi oleh Putin kepada PM Malaysia bahwasannya Rusia bertanggung jawab dan menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban tragedi MH17.
“Dia (Putin) mengatakan berbela sungkawa kepada keluarga korban tewas yang terdiri atas 196 warga negara Belanda, 43 warga negara Malaysia, dan 38 warga negara atau penduduk Australia,” kata Anwar
“Dia (Putin) menjawab bahwa sejak awal, dia telah meminta agar investigasi dilakukan secara independen dan menyeluruh,” tambahnya.(*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO