Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Harga emas dunia anjlok lebih dari 2 persen pada Rabu (14/5) atau Kamis (15/5) pagi waktu Indonesia.
Angka tersebut mencapai titik terendah lebih dari satu bulan, seiring dengan meningkatnya optimisme perdagangan usai Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok bersepakat damai dalam perang tarif.
Dalam hal ini, AS dan Tiongkok bersepakat untuk menurunkan tarif impor tinggi. Tarif impor AS terhadap barang-barang Tiongkok yang semula 145 persen turun menjadi 30 persen. Sementara itu, tarif impor Tiongkok terhadap barang-barang AS turun dari 125 persen menjadi 10 persen.
Mengutip Reuters, optimisme perdagangan dunia ini telah meningkatkan selera risiko pasar dalam berinvestasi dan beralih dari emas batangan. Harga emas spot merosot 2 persen menjadi USD 3.181,62 per ons.
Sedangkan harga emas batangan turun menjadi USD 3.174,62 di awal sesi dan harga emas berjangka AS ditutup 1,8 persen lebih rendah menjadi USD 3.188,3.
”Kenaikan harga global yang dipicu oleh pengurangan tajam tarif AS-Tiongkok telah memicu koreksi melalui level teknis dalam emas,” kata Tai Wong, pedagang logam independen.
Di sisi lain, indeks utama Wall Street dibuka lebih tinggi didorong oleh kesepakatan tarif dan ekspektasi lebih banyak perjanjian perdagangan.
Washington dan Beijing sepakat untuk mengurangi tarif secara drastis dan mengadopsi jeda 90 hari dan menunggu rinciannya yang sedang disusun.
Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia telah berunding langsung dengan Presiden Cina Xi Jinping mengenai perincian perjanjian perdagangan. Bahkan, ia juga mengatakan bahwa ”kesepakatan potensial” juga sedang berproses dengan India, Jepang, dan Korea Selatan.
Untuk diketahui, emas yang dikenal sebagai tempat berlindung aman atau save haven di masa gejolak geopolitik dan ekonomi mencapai rekor tertinggi USD 3.500,05 bulan lalu. Sedangkan harga emas telah naik mencapai 21,3 persen sepanjang tahun ini.
”Meskipun tren jangka panjang masih bullish, saya tidak akan terkejut jika momentum bearish berlanjut selama beberapa hari lagi,” kata Fawad Razaqzada, analis pasar di City Index dan FOREX.com.
Bahkan, diproyeksi harga emas dunia akan menurun secara berlanjut mulai di angka USD 3.136, diikuti oleh USD 3.073, dan kemudian level tertinggi di USD 3.000.
Di sisi lain, saat ini pasar sedang menunggu data indeks harga produsen (PPI) AS yang akan dirilis pada hari Kamis (15/5) waktu AS, setelah data konsumen yang lebih lemah dari perkiraan menjadi petunjuk mengenai jalur kebijakan Federal Reserve.(***)
Reporter : JP Group
Editor : gustia benny