Buka konten ini
SEKUPANG (BP) – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) tengah mematangkan program pinjaman modal usaha tanpa bunga, yang merupakan salah satu program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad-Li Claudia Chandra.
Kepala Dinas KUKM Batam, Hendri Arulan, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya sedang menjajaki kerja sama dengan bank pelat merah untuk merealisasikan program tersebut.
“Program keempat dari prioritas Wali Kota Batam adalah pinjaman modal usaha dengan bunga nol persen. Tugas kami di Dinas KUKM adalah mewujudkannya. Kami sudah berkoordinasi dengan Bank Syariah Riau Kepri, tapi karena satu dan lain hal, kami juga membuka peluang kerja sama dengan bank pemerintah lainnya,” ujar Hendri, Kamis (15/5).
Ia menjelaskan, Bank Syariah Riau Kepri mensyaratkan adanya agunan dalam proses pinjaman. Sementara itu, Wali Kota Batam menginginkan agar pinjaman ini dapat diberikan tanpa jaminan apa pun. Karena itu, Dinas KUKM tengah mencari alternatif lain.
“Karena Bank Riau Kepri meminta agunan, sedangkan Wali Kota menginginkan program ini tanpa agunan, maka kami mencari celah lain dengan menjajaki kerja sama bersama bank pelat merah yang siap menjalankan program ini,” jelasnya.
Program tersebut dirancang untuk memberikan pinjaman hingga Rp20 juta tanpa bunga dan tanpa agunan. Menurut Hendri, hal ini merupakan arahan langsung dari Wali Kota Batam, Amsakar Ahmad.
“Beliau tidak ingin ada syarat agunan. Pemerintah akan menanggung bunga pinjaman, sementara masyarakat hanya perlu membayar pokoknya saja,” katanya.
Hendri menambahkan, pihaknya juga telah berkonsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri terkait regulasi kerja sama dengan bank pelat merah.
“Alhamdulillah, dari Kemendagri memperbolehkan kerja sama dengan bank pelat merah. Tidak harus melalui bank daerah. Maka dari itu, kami sedang menjajaki opsi tersebut,” terangnya.
Meski belum ada kesepakatan resmi, ia optimistis dalam waktu dekat sudah ada keputusan dari salah satu bank pemerintah yang siap mendukung program ini.
“Insyaallah minggu ini sudah ada kesepakatan. Setelah itu baru kami lakukan peluncuran, dilanjutkan dengan penandatanganan MoU, dan kemudian sosialisasi kepada masyarakat,” ujarnya.
Respons masyarakat terhadap program ini dinilai sangat positif. Banyak warga yang sudah menanyakan kapan program ini mulai berjalan.
“Banyak yang sudah tidak sabar, karena mereka hanya perlu membayar pokok pinjaman, sementara bunga ditanggung pemerintah,” tutup Hendri. (***)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : RATNA IRTATIK