Buka konten ini
TANJUNGPINANG (BP) – Di tengah keterbatasan anggaran dan efisiensi, sejumlah proyek pembangunan infrastruktur strategis di Tanjungpinang, tetap diusulkan ke pemerintah pusat.
Beberapa proyek yang diusulkan yaitu pembangunan jalan lingkar yang menghubungkan Free Trade Zone (FTZ) Tanjungpinang dan Bintan, penataan kawasan Kota Lama, revitalisasi pelabuhan Penyengat serta pengembangan kawasan wisata. Selain itu, ada proyek prioritas lainnya dalam pengembangan infrastruktur kewilayahan yang mendukung peran Tanjungpinang sebagai ibu kota provinsi dan pusat kegiatan wilayah.
Prioritas tersebut antara lain penanganan banjir, revitalisasi fasilitas umum, penataan pemukiman kumuh, serta pembangunan dan peningkatan jalan kota.
Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah, menjelaskan proyek pembangunan yang diusulkan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN). Hal ini tertuang dalam Perpres Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN dan Perpres Nomor 1 Tahun 2024 tentang Rencana Induk Kawasan Strategis Nasional Batam-Bintan-Karimun (KSN-KPBPB BBK).
Sebagai ibu kota Kepri, Tanjungpinang harus mendapatkan perhatian pembangunan yang berkelanjutan dan terintegrasi. Usulan kami selaras dengan arah pengembangan wilayah nasional, katanya, pekan kemarin.
Namun terdapat beberapa kendala yang menghambat realisasi usulan pembangunan. Salah satunya adalah keterbatasan lahan, di mana sekitar 1.637,54 hektare lahan yang dikuasai pihak swasta teridentifikasi sebagai lahan terlantar pada 2024.
Kondisi ini dinilai menjadi penghalang masuknya investasi ke Tanjungpinang.
”Terbatasnya anggaran juga menjadi kendala utama dalam optimalisasi penataan kawasan dan pembangunan infrastruktur pendukung, khususnya yang berkaitan dengan sektor pariwisata,” jelas Lis.
Melihat tantangan tersebut, Lis berharap adanya dukungan dan sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah Provinsi Kepri. Tujuannya untuk mempercepat pemerataan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
”Kami berharap pemerintah pusat dapat mengalokasikan anggaran melalui APBN untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di Tanjungpinang, agar kota ini dapat berkembang pesat sebagai ibu kota Provinsi Kepri,” harapnya. (*)
Reporter : YUSNADI NAZAR
Editor : GALIH ADI SAPUTRO