Buka konten ini
Anambas (BP) – Pada peringatan detik-detik proklamasi hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80 tahun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Anambas tidak mengirimkan putra-putri terbaiknya untuk bertugas sebagai paskibraka tingkat Provinsi Kepri.
Tidak dikirimkannya utusan Anambas ini disebabkan terkendala biaya saat pelaksanaan seleksi Paskibraka Provinsi Kepri yang digelar 6 Mei lalu.
”Iya benar, kami tidak ada mengirimkan utusan untuk ikut seleksi ditingkat Provinsi Kepri. Sudah dipastikan pada 17 Agustus nanti, anak kita tidak tampil,” ujar Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Anambas, Herry Fakhrizal kepada Batam Pos (Jawa Pos Group), Selasa, (13/5).
Dalam regulasi pelaksanaan seleksi di tingkat Provinsi Kepri, lanjut Herry, ketika proses keberangkatan dan penginapan calon paskibraka, harus ditanggung masing-masing daerah. Kecuali kalau utusan daerah lulus, baru akomodasinya ditanggung oleh Pemprov Kepri.
”Kami tidak ada anggaran untuk itu, karena di efesiensi. Kalau kami mengirim biasanya sekalian sama pendamping, transportasi sudah berapa ke sana (Tanjungpinang),” jelas dia.
Kendati demikian, pihaknya berharap agar pelajar di Anambas dapat memahami situasi yang ada saat ini. Ia berkomitmen untuk tahun depan, akan ada utusan Anambas yang tampil sebagai paskibraka tingkat Provinsi Kepri bahkan Nasional.
”Tahun lalu kami kirim dua orang ke Provinsi Kepri. Itu atas dorongan kami agar Anambas dapat jatah dua orang. Biasanya tiap tahun hanya satu. Kami berharap pelajar dapat memahami keadaan sekarang,” pungkas Herry. (***)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO