Buka konten ini
SEKUPANG (BP) – Sebanyak 21.566 siswa SD di Kota Batam akan lulus dan melanjutkan pendidikan ke tingkat SMP tahun ini. Namun, jumlah kursi yang tersedia di SMP negeri hanya sebanyak 16.566 siswa.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto, menyatakan bahwa kuota di sekolah negeri tidak mencukupi jika seluruh lulusan SD hanya ingin masuk ke SMP negeri. Meski demikian, ia memastikan tidak akan ada masalah jika kapasitas sekolah swasta juga diperhitungkan.
”Kuota sebenarnya lebih dari cukup, asalkan digabungkan kapasitas sekolah negeri dan swasta. Jika semua memaksa masuk ke sekolah negeri, tentu tidak bisa. Tapi jika digabung dengan sekolah swasta, tidak ada masalah,” ujar Tri, Senin (13/5).
Tri juga mengingatkan bahwa Pemko Batam telah memberikan insentif kepada guru-guru swasta untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan di sekolah swasta. Namun, pemberian insentif itu akan dievaluasi jika sekolah swasta tidak ikut serta dalam mendukung Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
”Guru swasta harus berkomitmen mendukung PPDB, khususnya dalam menerima siswa yang kurang mampu. Jika tidak, insentif bisa dihentikan,” tegasnya.
Tahun ini, sistem PPDB juga mengalami perubahan dari sisi platform pendaftaran. Website PPDB yang sebelumnya digunakan, kini diganti dengan nama baru, yakni SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru), yang dapat diakses melalui laman https://spmbbatam.id.
Dinas Pendidikan Batam berharap pelaksanaan SPMB dapat berjalan dengan lancar dan menjadi sarana efektif bagi siswa kelas 6 untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Untuk penerimaan siswa baru tingkat SMP, terdapat empat jalur yang disiapkan, yakni afirmasi, domisili, prestasi, dan mutasi. Sementara itu, jalur masuk ke SD hanya terdiri dari tiga jalur: afirmasi, domisili, dan mutasi.
”Jalur afirmasi diperuntukkan bagi siswa dari keluarga kurang mampu, domisili menekankan wilayah administratif tempat tinggal, jalur prestasi untuk siswa dengan capaian akademik dan non-akademik, dan jalur mutasi untuk anak yang mengikuti orang tua pindah tugas,” jelas Tri.
Sementara itu, jumlah siswa SMP kelas 9 yang akan lulus tahun ini tercatat sebanyak 19.624 siswa. (***)
Reporter : RENGGA YULAINDRA
Editor : RATNA IRTATIK