Buka konten ini
SEORANG wisatawan lokal dalam kondisi kritis dan seorang turis asal Korea Selatan (Korsel) terluka di telinga kanan. Mereka bagian dari delapan pelancong tujuan Bromo yang mengalami kecelakaan di kawasan Desa Gubugklakah, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (13/5) dini hari.
Intan Sukmasari, yang kondisinya dikabarkan kritis karena mengalami luka di kepala, dirawat di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang. Radar Malang (grup Batam Pos) melaporkan, wisatawan asal Bandung, Jawa Barat, itu dipindah rawat ke sana atas permintaan sang suami, Gilang Awan Senja.
Gilang juga ikut jadi korban dalam kecelakaan di kawasan yang masuk wilayah Kecamatan Poncokusumo tersebut. Dia luka robek di telinga. Gilang pun, dari informasi yang didapat Radar Malang, akhirnya dirawat di rumah sakit yang sama dengan sang istri.
”Pasien berjenis kelamin perempuan kondisinya kritis,” kata Kasubbag Hukum, Humas, dan Pemasaran RSSA Donny Iryan Vebry Prasetyo, Selasa (13/5).
Sementara itu, Kim Yei-chang, turis asal Korsel, mengalami luka di telinga kanan. ”WNA (warga negara asing) asal Korea Selatan dirawat di RS Sumber Sentosa, Tumpang, Kabupaten Malang,” ujar Kanitgakkum Satlantas Polres Malang Ipda Samsul Khoiruddin.
Kim satu-satunya turis asing di antara para korban. Selain itu, ada dua penumpang yang mengalami luka patah tulang. Mereka adalah Nathania Frieska Zamris, warga Kota Padang, Sumatera Barat, yang mengalami luka patah tulang kaki kiri dan Haswan Aghis Wahidiyawan, warga Kabupaten Malang, yang mengalami luka patah tulang tangan kanan.
Penumpang lainnya, Mary Amalia Waurang, warga Jakarta Timur, luka nyeri di kepala. Sedangkan Tresea Awanda Kristy asal Kota Tangerang, Banten, luka di mulut dan nyeri di bahu. Satu korban lainnya, Muhammad Hafidz, warga Tanah Datar, Sumatera Barat, luka lecet di kepala.
Delapan wisatawan tersebut menaiki jip Toyota Land Cruiser yang disopiri Frangky Lion Fatoni. Menurut Samsul, mereka berangkat dari Tumpang sekitar pukul 02.30.
Jip yang mereka naiki biasanya menunggu sampai penuh baru berangkat ke Bromo. Karena itu, delapan wisatawan tersebut tidak berasal dari satu rombongan yang sama.
Bromo masuk kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yang terbentang di empat kabupaten di Jawa Timur: Probolinggo, Pasuruan, Malang, dan Lumajang. Titik keberangkatan populer lain menggunakan jip yang sama biasanya dari Sukapura, Probolinggo. Tur ke Bromo berangkat dini hari untuk mengejar sunrise atau matahari terbit.
Sesampai di Jalan Raya Gubugklakah, tutur Samsul, pengendara jip bernopol DB 1859 AA itu diduga mengantuk sehingga tidak dapat mengendalikan kendaraan. ”Kemudian kendaraan bergerak ke kanan, lalu masuk ke jurang di sebelah selatan,” jelas Samsul.
Jurang tersebut setinggi kurang lebih 3 meter. Frangky, sebagaimana para penumpang yang dia sopiri, juga mengalami luka.
Kepala IGD Rumah Sakit Sumber Sentosa Saifuddin Badarsyah mengatakan, total ada sembilan korban yang terlibat kecelakaan di Jalan Raya Gubugklakah. Namun, yang dibawa ke tempatnya tujuh orang. Mereka tiba di rumah sakit sekitar pukul 03.00.
”Tujuh korban yang dibawa ke RS Sumber Sentosa terdiri atas tiga perempuan dan empat laki-laki. Setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut, ada satu pasien yang meminta untuk dialihkan ke rumah sakit lain atas permintaan sendiri,” katanya.
Kemudian ada tiga korban yang sudah keluar karena bisa melakukan rawat jalan. Sementara tiga korban lain mengalami patah tulang. Mereka dijadwalkan untuk tindakan operasi. ”Untuk yang menjalani tindakan operasi adalah satu perempuan dan dua laki-laki,” imbuhnya.
Sementara itu, sepanjang Sabtu-Minggu (11-12/5), total ada 14.865 pengunjung yang datang ke kawasan wisata Bromo. Khusus Sabtu tercatat 8.115 wisatawan. Terdiri atas 7.880 WNI dan 235 WNA.
Lalu untuk Minggu, tim data TNBTS mencatat ada 6.750 pengunjung yang datang ke destinasi wisatawan andalan Jawa Timur itu. Terdiri atas 6.558 WNI dan 192 WNA.
Selama long weekend itu, Balai Besar (BB) TNBTS juga mulai memberlakukan cara baru untuk masuk ke kawasan wisata Bromo. Cara ini dilakukan setelah beberapa waktu lalu terjadi macet hingga 5 kilometer akibat antrean masuk jip wisata di Pos Tiket Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Sukapura, Probolinggo.
Ketua Tim Data Evaluasi dan Kehumasan BB TNBTS Hendra Wisantara mengatakan, pihaknya menambah jumlah perangkat untuk scan barcode di pintu masuk. ”Kami menggunakan dua device untuk scan barcode di pintu masuk. Menggunakan ponsel dan komputer untuk mencegah antrean panjang di pintu masuk,” katanya.
Selain itu, TNBTS memisahkan wisatawan jadi dua antrean atau dua pos. Pertama, wisatawan yang sudah booking tiket secara online ada di antrean Pos Tiket Cemoro Lawang. Kedua, wisatawan yang belum booking tiket secara online berada di antrean terpisah. Yaitu, di rest area. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG