Buka konten ini

BATAM (BP) – Menghadapi lonjakan arus penumpang di Pelabuhan Roro Telaga Punggur, ASDP Indonesia Ferry menambah jumlah kapal yang beroperasi, Selasa (13/5). Sebanyak empat kapal roro dioperasikan, sedangkan sebelumnya hanya dua kapal yang melayani.
Penambahan kapal ini menyusul insiden tertahannya puluhan kendaraan pada Senin (12/5) malam akibat lonjakan penumpang. Kejadian tersebut mengecewakan penumpang yang telah membeli tiket secara daring.
Pantauan Batam Pos, Selasa (13/5), terlihat puluhan kendaraan mengantre di dermaga Pelabuhan Telaga Punggur. Tak hanya kendaraan logistik, sejumlah kendaraan roda empat dan roda dua juga tampak mengantre.
Hendra, warga Bintan, mengaku berlibur ke Batam menggunakan mobil bersama keluarganya. Ia telah mengantre sejak pagi agar mendapatkan kuota keberangkatan lebih awal. “Sudah datang dari jam 8, tapi sampai jam 11.30 belum berangkat,” keluhnya.
Kepala ASDP Telaga Punggur, Hermin Welkis, menjelaskan gangguan terjadi karena lonjakan penumpang yang tiba-tiba, sementara hanya dua kapal yang beroperasi malam itu. Satu kapal roro saat itu sedang menjalani perawatan rutin (docking).
“Sekitar pukul 20.00 WIB terjadi lonjakan penumpang yang tidak terprediksi. Penjualan tiket sudah sesuai kuota kapal, tetapi kapasitas tidak mencukupi karena satu kapal tidak bisa dioperasikan,” kata Hermin, Selasa (13/5).
Menurut dia, kendaraan yang tertahan mayoritas adalah kendaraan logistik, yakni 31 unit truk dan lima unit fuso. Sementara untuk penumpang umum, perjalanan tetap berjalan lancar.
“Hanya mobil yang tertahan, sedangkan penumpang aman. Untuk kendaraan pribadi juga ada, cuma mereka memilih putar balik,” tegas Hermin.
Untuk mengantisipasi kejadian serupa, ASDP menyiapkan empat kapal yang masing-masing melayani rata-rata empat perjalanan (trip), sehingga total ada 16 trip—meningkat dari biasanya yang hanya 12 trip per hari.
“Kami sudah siapkan KMP Senangin dan kapal-kapal lainnya agar pelayanan lebih maksimal. Hari ini diprediksi menjadi arus balik penumpang baik dari Uban maupun Punggur,” tambah Hermin.
Rute kapal roro dari Telaga Punggur melayani lima tujuan utama, yakni Tanjung Balai Karimun, Kuala Tungkal, Mangkapan Buton, Dabo, dan Tanjunguban. Dalam kondisi normal, sekitar 14 kapal diberangkatkan setiap hari untuk melayani seluruh rute ini.
“Ke depannya, permasalahan ini akan menjadi bahan evaluasi kami,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau, Junaidi, turut hadir di pelabuhan pada Selasa (13/5) pagi. Ia menyampaikan bahwa pemerintah provinsi akan mendesak ASDP dan operator swasta Jembatan Nusantara untuk menambah armada, terutama pada momen libur panjang dan hari besar.
“Hari ini kami sudah berkoordinasi dengan pihak ASDP dan Jembatan Nusantara sejak pukul 07.00 pagi. Kapal KMP Persada sudah diberangkatkan pukul 07.30, dan KMP Senangin yang biasanya melayani tujuan Tungkal, siang ini diperbantukan ke Tanjunguban untuk mengurai lonjakan,” kata Junaidi.
Ia juga mengingatkan bahwa libur panjang berikutnya jatuh pada 29 Mei hingga 1 Juni 2025. Semua pemangku kepentingan, termasuk ASDP, BPTD, dan KSOP, diharapkan dapat bersinergi agar tidak terjadi antrean dan keterlambatan seperti malam sebelumnya.
“Nah, ini libur panjang mulai tanggal 29 Mei, selama empat hari. Harusnya ada persiapan. Jangan sampai terjadi kendala serupa,” tegasnya.
Junaidi juga menyoroti tumpang tindih regulasi antarlembaga yang menyebabkan koordinasi teknis menjadi rumit. Dahulu, semua izin pelayaran cukup dari BPTD.
“Sekarang jadwal dikeluarkan BPTD, tapi izin berlayar harus dari KSOP. Kami harap pemerintah pusat bisa mengembalikan kewenangan ke satu lembaga saja agar lebih efisien. Ini dua lembaga, tetapi satu kementerian,” sebutnya.
Dalam jangka panjang, Dishub Kepri juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas kapal yang beroperasi di wilayah perairan Kepri. Selain melayani masyarakat lokal, kapal-kapal ini juga digunakan oleh wisatawan asing, termasuk dari Malaysia dan Singapura.
“Kepri adalah jendela utama Indonesia. Kami harus menunjukkan performa layanan laut yang baik, seperti halnya di Pelabuhan Merak. Armada yang dioperasikan harus benar-benar layak,” tegas Junaidi.
Ia menambahkan bahwa pemerintah provinsi hanya memiliki kewenangan dalam penerbitan trayek, sedangkan urusan jadwal dan izin pelayaran menjadi tanggung jawab instansi pusat. Meski demikian, Dishub Kepri akan terus mendorong perbaikan sistem dan pelayanan.
“Kami akan terus menyampaikan aspirasi ini ke Kementerian Perhubungan. Jangan sampai kejadian seperti semalam terulang lagi, terutama saat arus mudik dan liburan mendatang,” tutupnya.
Sementara itu, beberapa kendaraan seperti truk dan mobil pribadi sempat tidak terangkut di Pelabuhan ASDP Tanjung Uban, Bintan, Senin (12/5) malam. Namun, situasi di Tanjunguban tidak separah yang terjadi di Pelabuhan ASDP Telaga Punggur, Batam.
Penumpukan kendaraan terjadi di Batam akibat hanya dua kapal roro yang beroperasi dan tidak ada penambahan trip. Kini, penyeberangan kendaraan di Pelabuhan ASDP Tanjung Uban, Bintan, pada Selasa (13/5) kembali lancar karena telah dioperasikan empat kapal.
Seorang calon pengguna jasa di Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Bintan, Sakhi, mengaku mendengar soal penumpukan kendaraan di Telaga Punggur, Batam, Senin (12/5) malam. Namun, ia mengaku tidak menemui kendala berarti karena kini telah dioperasikan empat kapal roro sehingga penyeberangan rute Tanjunguban–Telaga Punggur berjalan lancar.
Calon pengguna jasa lainnya, Ami, mengatakan jika hanya dua kapal roro yang beroperasi saat akhir pekan atau libur panjang, pasti akan terjadi penumpukan kendaraan. Menurutnya, pada hari biasa dua kapal tidak masalah karena tidak banyak pengguna.
“Tapi kalau akhir pekan atau libur panjang, pasti membeludak kendaraan di pelabuhan. Kalau sudah begitu, kapal harus ditambah,” kata warga Lobam ini.
Ia juga berharap jadwal penyeberangan yang tertera di tiket daring disesuaikan dengan keberangkatan kapal. “Iyalah, harusnya sama. Jangan kita beli tiket untuk penyeberangan pukul 1 siang, tapi menyeberangnya sore,” jelasnya.
Supervisi Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Sukma Nugraha, mengakui ada beberapa kendaraan yang sempat tidak terangkut karena tidak ada penambahan trip pada Senin (12/5) malam. Namun, menurutnya, saat ini telah diperbantukan dua kapal sehingga total ada empat kapal yang beroperasi untuk rute Tanjunguban–Telaga Punggur. Keempat kapal tersebut adalah KMP Barau, KMP Tanjung Burang, KMP Persada Nusantara dari Jembatan Nusantara, dan KMP Senangin. (*)
Reporter : YASHINTA – SLAMET NOFASUSANTO
Editor : RYAN AGUNG