Buka konten ini
TANJUNGPINANG (BP) – Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nyanyang Haris Pratamura menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Kepri akan melakukan penanaman pohon mangrove atau pohon bakau sebanyak 50 hektare pertahunnya. Upaya ini dilakukan, untuk menjaga konservasi laut Kepri.
Nyanyang sudah melakukan peninjauan terhadap konservasi laut seluas delapan ribu hektare yang ada di Kabupaten Bintan. Menurutnya, seagrass atau lamun, serta konservasi terumbu karang di perairan Bintan tersebut masih bagus.
“Sementara hutan mangrove di wilayah Kepri ada sebanyak 221 ribu hektar. Ini menandakan bahwa konservasi laut kita sangat luar biasa. Tinggal kita memelihara saja,” kata Nyanyang, Senin (12/5).
Nyanyang bersama Yayasan Konservasi Indonesia juga sudah melalukan peninjauan terhadap konservasi laut di Kepri. Disitu ia mendapati, spesies yang ada di dalam laut Kepri ada sekitar 450 biota laut.
Dengan adanya global warning, Nyanyang menegaskan bawah Pemprov Kepri akan terus menjaga ekosistem dan sumber daya laut. Pemprov juga akan melakukan penanaman pohon mangrove seluas 50 hektare dalam satu tahun.
“Kita juga akan terus melakukan pengembangbiakan biota laut. Seperti lamun, hingga konservasi terumbu karang yang akan kita perbanyak lagi,” tambahnya.
Walaupun Investasi banyak masuk, kata Nyanyang, lingkungan hidup yang ada di Kepri harus tetap dijaga. Ia juga akan berkoodinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kepri utuk memastikan tidak ada biota laut yang tercemar lingkungan.
“Walaupun investasi datang ke Kepri, tapi lingkungan harus kita jaga dan kita lestarikan. Kita akan koordinasikan dengan DLH jangan sampai biota laut kita tercemar dengan lingkungan,” pungkasnya. (*)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : GALIH ADI SAPUTRO