Buka konten ini
Kapal nelayan yang mengangkut 7 orang pemancing, 1kapten kapal dan 1 kru kapal tenggelam di perairan Berakit, Minggu (11/5) pagi dini hari. Kapten kapal yang selamat dalam insiden tersebut, Mahidi alias Bosang, 65, mengatakan, kapal mereka bertolak dari perairan Telagapunggur, Batam pada Sabtu (10/5) sekitar pukul 14.00 WIB.
Kapal tersebut hendak mengantar pemancing ke perairan Lagoi. Namun, setelah memancing, kapal mereka dihantam badai pada Minggu (11/5) pagi dini hari.
Pria asal Pulau Tunjuk, Batam ini mengatakan, ombak setinggi 2 meter menghantam bagian depan kapal, hingga membuat kapal terangkat. Secara cepat, air masuk ke dalam kapal kayu GT 3 dan membuat bagian belakang kapal lebih awal tenggelam. “Ombaknya ngeri, setinggi 2 meter,” ujarnya.
Sebelum kapal tenggelam, Mahidi, sempat meminta semua pemancing dan kru kapalnya menggunakan life jacket. Tidak hanya menggunakan life jacket, mereka juga memegang dua ringbouy saat terombang-ambing di laut.
Dia mengatakan, hingga sekitar pukul 11.00 WIB, mereka masih terkumpul dan terombang-ambing di laut. Setelah itu, dia terpisah jauh dengan pemancing dan kru kapalnya.
Hingga pada akhirnya Mahidi ditemukan MV Magpie berbendera Panama. Mahidi mengatakan, dirinya sempat melambai kapal yang melintas. Setelah itu, Mahidi diselamatkan kapal MV Magpie. Kapal MV Magpie kemudian berkoordinasi dengan Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Tanjunguban.
Mahidi akhirnya dipindah dari kapal MV Magpie ke KN Kalimasada, lalu dibawa ke Pangkalan PLP Tanjunguban.
Berikutnya salah satu pemancing yang selamat, Agus Wahyu, juga menceritakan kejadian yang dialaminya bersama rekan-rekan pemancingnya.
Agus Wahyu, bersama enam rekan pemancingnya, satu kapten kapal, dan satu kru kapal berangkat dari pelantar di Telagapunggur, Batam pada Sabtu (10/5) sekitar pukul 14.00 WIB untuk memancing di perairan Lagoi, Bintan. Setelah itu, mereka berencana pindah ke perairan Batu Putih. Namun, pada Minggu (11/5) pagi dini hari, hujan badai melanda.
Kapten kapal waktu itu menurut Agus Wahyu, berusaha mencari lokasi perairan yang teduh, namun hujan badai semakin deras. Kapten kapal menurunkan jangkar. Beberapa saat kemudian, tiba-tiba mesin kapal mati. Ia mengatakan, air laut mulai masuk ke dalam kapal. Mereka berusaha membuang air ke laut dengan manual, karena pompa pembuangan air rusak, setelah berusaha keras mengeluarkan air yang masuk ke dalam kapal kurang lebih satu jam, tapi tidak berhasil.
“Kami sudah tidak mampu lagi mengeluarkan air yang masuk ke kapal. Akhirnya kami pasrah, mengambil pelampung dan melompat ke laut,” ujar warga Batuaji, Batam ini.
Beberapa saat kemudian, kapal mereka karam. Sebelum kapal karam, kru kapal sempat mengirimkan lokasi terakhir mereka kepada istrinya.
“Kru kapal sempat sharelock ke istrinya dan mengabarkan kalau kapal kena badai,” ujarnya.
Setelah kapal tenggelam, mereka tidak dapat lagi mengabarkan lokasi karena semua peralatan sudah ikut hanyut bersama kapal. Masih Kata Agus, saat itu mereka berenam masih dalam satu kelompok. Sementara kapten kapal terombang-ambing di laut dan terpisah dari kelompok.
Sedangkan, satu orang pemancing dan seorang kru kapal nekat berenang ke arah Lagoi, dengan harapan dapat berjumpa dengan nelayan kelong.
“Mungkin stamina mereka berdua masih banyak jadi mereka berenang. Tapi, kami berenam orang masih berkelompok dan bertahan sampai ada bantuan,” kata dia.
Para pemancing ini terombang-ambing kurang lebih 22 jam mulai Minggu (11/5) sekitar pukul 04.00 WIB, sampai Senin (12/5) sekitar pukul 02.00 WIB.
Senin (12/5) sekitar pukul 02.00 WIB, para pemancing ini melihat kapal nelayan. Mereka berusaha untuk mengejar kapal nelayan tersebut dengan berenang sambil berteriak meminta bantuan. “Ternyata pas kita teriak, mereka melihat, jadi kami berenam diselamatkan oleh nelayan. Namanya Pak Simon dan Pak Tirta,” kata dia.
Kepala Pangkalan PLP Tanjunguban, Sugeng Riyono melalui Kepala Operasi Pangkalan PLP Tanjunguban, Alfaizul membenarkan adanya kapal tenggelam yang membawa pemancing di perairan Berakit.
Satu orang telah diselamatkan kapal MV Magpie lalu dipindah ke KN Kalimasada dan dibawa ke dermaga Pangkalan PLP Tanjunguban. Sedangkan 6 orang lainnya telah ditemukan selamat dan dibawa ke Pos TNI AL di Berakit. Sementara itu, informasi diperoleh di lapangan, dua orang lagi dikabarkan telah ditemukan di Kelong, Bintan.
Asops Pangkoarmada I Kolonel Laut (P) Nazaruddin mengatakan, kapal yang ditumpangi 9 orang terdiri dari 7 orang pemancing dan 2 orang kru kapal tenggelam di perairan Berakit, Bintan.
9 orang tersebut telah ditemukan berbagai unsur stakholder terkait dengan kondisi selamat.
Diberitakan sebelumnya, mereka bertolak dari Telagapunggur, Batam pada Sabtu (10/5) dengan tujuan memancing di Perairan Lagoi, Bintan. Namun, pada hari Minggu (11/5) pagi dini hari, kapal yang mereka tumpangi dihantam badai dan tenggelam.
Semua Pemancing Dipulangkan ke Batam
Sembilan orang terdiri 7 orang pemancing dan 2 orang kru kapal selamat dari insiden kapal tenggelam di perairan Berakit, Bintan, Minggu (11/5) dini hari. Mereka dipulangkan ke Telagapunggur, Batam melalui Pelabuhan Bulang Linggi, Tanjunguban, Bintan, Senin (12/5) siang.
Mereka adalah Mahidi alias Boksang, 65 sebagai kapten atau nakhoda kapal dan kru kapal, Ridwan.
Sementara, 7 orang pemancing bernama Supriyadi, 49, Arlius, 42, Agus Wahyu, 32, Umiko, 52, Haipeng, 53 dan Wesly Rotua, 33, serta Hendra.
Sebelum dipulangkan ke Telagapunggur, Batam, mereka telah menjalani pemeriksaan kesehatan di Pelabuhan Bulang Linggi, Tanjunguban.
Danlanal Bintan, Kolonel Laut (P) Eko Agus Susanto mengatakan, pihaknya mengantar pulang 9 orang korban selamat dari insiden tenggelamnya kapal di perairan Bintan.
Pihak Lanal Bintan telah menyiapkan kapal patroli TNI AL, Pat Silumba untuk mengantar mereka ke Telagapunggur, Batam.
”Saya yang akan mengantarkan mereka dari Tanjunguban ke Batam,” ujarnya. (***)
Reporter : slamet nofasusanto
Editor : GALIH ADI SAPUTRO