Buka konten ini
Di Batam, kasus penyakit jantung pada anak banyak sekali, baik pasien lama yang rutin kontrol maupun pasien baru terdiagnosa. Setiap hari, ada 8 – 12 pasien, bahkan kadang sampai 20 pasien mengantre setiap hari di Dokter Spesialis Ilmu Kesehatan Anak Subspesialis Kardiologi Anak di RS Awal Bros.

Orangtua diimbau lebih waspada terhadap gejala awal penyakit jantung di antaranya lidah dan bibir membiru, mudah lelah, detak jantung cepat. Bahkan ada penyakit jantung diawali si anak batuk-batuk, merupakan komplikasi infeksi bakteri streptococcus, demam, namun diabaikan, tidak ditangani secepatnya dan akhirnya memicu penyakit jantung rematik. Deteksi dini dan penanganan cepat sangat penting untuk menyelamatkan anak.
Menurut Dr. Wira Mondana, M.Ked (Ped), Sp.A Subsp. Kardio (K), seorang Dokter Spesialis Ilmu Kesehatan Anak Subspesialis Kardiologi Anak di Rumah Sakit Awal Bros Batam, secara umum, penyakit jantung terbagi menjadi dua, yaitu penyakit jantung bawaan dan penyakit jantung didapat. Penyakit jantung bawaan adalah kelainan pada struktur dan fungsi jantung yang sudah ada sejak lahir.
Penyakit jantung bawaan ini umumnya menjadi dua: yang “tidak biru” dan yang “biru”. Penyakit jantung bawaan yang tidak biru, seperti PDA (Patent Ductus Arteriosus), ASD (Atrial Septal Defect), dan VSD (Ventricular Septal Defect), berhubungan dengan lubang di jantung yang memengaruhi aliran darah.
Sementara itu, penyakit jantung bawaan yang “biru”, seperti misalnya Tetralogy of Fallot, disebabkan oleh kombinasi kelainan struktural pada jantung yang mengarah pada penurunan aliran oksigen ke tubuh, yang menyebabkan lidah, mulut, jari anak tampak kebiruan.
Secara umum, penyebab pasti penyakit jantung bawaan belum diketahui. Namun, ada multi faktor yang bisa meningkatkan risiko, seperti kelainan genetik, infeksi selama kehamilan, atau usia ibu yang “terlalu” muda atau tua saat hamil, obat-obatan dan lainnya. Jika terjadi gangguan saat proses pembentukan jantung saat kehamilan ini bisa menye-babkan kelainan pada jantung anak.
Sedangkan penyakit jantung didapat adalah penyakit jantung yang berkembang setelah lahir. Ini bisa berupa penyakit jantung rematik, penyakit kawasaki, dan lainnya yang disebabkan oleh infeksi bakteri/virus atau faktor lain.
Batuk Bukan Sekadar Batuk
Tak banyak orangtua yang tahu, bahwa batuk pilek dan infeksi tenggorokan yang dianggap sepele ternyata bisa memicu penyakit jantung serius pada anak. Salah satunya adalah penyakit jantung rematik yang disebabkan oleh komplikasi infeksi bakteri streptococcus. Bila tidak diobati dengan tepat, infeksi bakteri streptococcus ini dapat merusak katup jantung anak dan berdampak jangka panjang serta pengobatan yang sangat lama.
Penting untuk dicatat bahwa tidak semua batuk bisa menyebabkan penyakit jantung rematik. Hanya batuk yang disebabkan oleh infeksi bakteri streptococcus dengan komplikasi yang berpotensi menimbulkan penyakit jantung ini. Gejalanya nyeri sendi, sering berdebar, detak jantung cepat, sesak napas serta ada kriteria klinis yang dibuktikan dengan adanya pemeriksaan bakteri streptococcus. Peradangan katup jantung dapat kita skrining bisa terlihat dengan alat canggih echocardiography (USG jantung).
“Pasien-pasien yang kita curigai terkena penyakit jantung rematik, akan kita kombinasikan pemeriksaan klinis,melakukan pemeriksaan USG Jantung, dan pemeriksaan darah namanya ASTO,” kata dr Wira.
ASTO (Anti-Streptolysin O) adalah pemeriksaan darah yang digunakan untuk mendeteksi kadar antibodi bakteri Streptococcus, terutama yang terkait dengan demam rematik.
Dokter Wira juga menangani kasus penyakit jantung yang didapat yaitu Kawasaki. Penyakit Kawasaki ini adalah penyakit vaskulitis akut menyeluruh ditandai gejala seperti demam tinggi lebih dari 5 hari, mata kemerahan, lidah seperti buah strawberry, ruam kemerahan di badan, pembesaran kelenjar getah bening di leher, dan pada pemeriksaan USG jantung ditemukan kelainan pembuluh darah arteri koroner yang disebabkan karena gangguan imun / infeksi virus dalam tubuh itu sendiri.
Pengobatannya dengan menggunakan IVIG (Intravenous Immunoglobulin) yang harganya sangat mahal, sekitar 5 juta rupiah per botol. “Alhamdulillah, rumah sakit kami mampu membantu, meskipun tidak sepenuhnya, namun cukup untuk mendukung pengobatan pasien. Hasilnya, pasien dapat pulih dengan baik tanpa demam, dan kontrol rutin menunjukkan kondisi stabil,” paparnya.
Penanganan Penyakit Jantung Anak di Rumah Sakit Awal Bros
Penanganan penyakit jantung pada anak terbagi menjadi dua: dengan tindakan medis non-bedah (misalnya prosedur kateterisasi) dan dengan operasi. Prosedur kateterisasi, seperti penutupan lubang jantung (ASD, VSD, atau PDA), yang dilakukan dengan memasukkan alat melalui pembuluh darah (dari lipatan paha sampai ke dalam jantung) tanpa perlu membuka dada.
Jika kondisi anak memerlukan operasi, seperti pada kelainan struktural yang lebih kompleks, maka tindakan bedah terbuka diperlukan. Alhamdulillah, di Batam, fasilitas canggih untuk penanganan penyakit jantung anak sudah cukup lengkap dan mendukung berbagai prosedur medis ini.
Penyakit jantung pada anak, baik bawaan maupun didapat, adalah kondisi serius yang memerlukan perhatian medis khusus. Dengan dukungan fasilitas kesehatan yang baik, seperti yang ada di RS Awal Bros Batam, penanganan penyakit jantung anak semakin berkembang dan dapat memberikan harapan bagi pasien untuk hidup sehat.
“Untuk beberapa kasus penyakit jantung bawaan yang tidak dapat ditangani dengan tindakan transkateter, kami akan berdiskusi dengan dokter bedah toraks dan kardiovaskular. Biasanya, hal ini terjadi jika lubang di jantung terlalu besar, sehingga device /alat transkateter terbesar sekalipun tidak dapat menutupnya. Dalam kondisi seperti ini, kami melakukan koordinasi dan diskusi dengan dokter bedah toraks kardiovaskular di sini,” ujarnya.
Dulu, sebelum ada dokter spesialis anak konsultan kardiologi anak di rumah sakit Awal Bros, pasien sering dirujuk ke luar negeri seperti Singapura dan Malaysia, atau ke Jakarta. “Namun, alhamdulillah saat ini banyak kasus yang bisa kami tangani sendiri, sehingga rujukan ke luar bisa ditekan,” ungkapnya.
Melihat semakin tingginya jumlah anak yang datang berobat, baik sejak baru lahir hingga usia remaja, dr Wira merasa prihatin sekaligus ingin mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan jantung anak.
“Saya sering menemui bayi berusia kurang dari seminggu yang sudah terdeteksi memiliki kelainan jantung bawaan melalui pemeriksaan echocardiography di ruang perawatan bayi. Ini menunjukkan bahwa penyakit jantung bisa menyerang siapa saja, tanpa memandang usia,” ungkap dokter Wira.
Di Rumah Sakit Awal Bros, setiap hari dokter Wira menangani sekitar 8 hingga 12 pasien anak. “Kadang jumlahnya bisa mencapai 20 pasien per hari. Selain konsultasi, kami juga melakukan tindakan penutupan transkateter untuk penyakit jantung bawaan, dengan kapasitas 8–12 tindakan per bulan, menyesuaikan dengan jumlah alat dan jadwal tindakan yang tersedia,” kata dr Wira.
Pentingnya Pola Hidup Bersih dan Sehat
Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk menjaga pola hidup sehat sejak kehamilan. Mulailah dengan memastikan asupan gizi yang cukup dan seimbang, kelola stres dengan baik, tidak merokok, rutin memeriksakan kandungan, dan terus memperhatikan tumbuh kembang anak hingga usia 18 tahun. “Ingat, jantung adalah pusat kehidupan. Semakin baik kita menjaga kesehatannya, semakin baik pula kualitas hidup yang dapat kita jalani,” pesannya.
Dengan menjaga pola hidup sehat selama kehamilan, rutin melakukan pemeriksaan kehamilan, kelola stress dengan baik, serta tidak merokok atau mengonsumsi alkohol.
Dengan pola hidup sehat tersebut, diharapkan angka kejadian penyakit jantung bawaan bisa ditekan.
Sementara itu, untuk mencegah penyakit jantung didapat, penting menjaga kebersihan, menghindari infeksi tenggorokan yang tidak diobati dengan baik, dan segera memeriksakan anak ke dokter jika mengalami gejala batuk berkepanjangan atau demam tinggi.
Pola makan bergizi dan seimbang tetap dianjurkan untuk menjaga kesehatan jantung dan tubuh secara keseluruhan. “Orangtua sebaiknya memberikan makanan bersih, bergizi, kelola faktor stress, kendali infeksi selama rencana kehamilan dan saat anak masih dalam kandungan hingga usia 18 tahun,” sarannya.
Anak Tampak Sehat, Ternyata Punya Penyakit Jantung: Waspadai Gejalanya
Penyakit jantung bawaan pada anak adalah kondisi serius yang perlu segera ditangani. Salah satu tindakan yang umum dilakukan adalah menutup lubang pada jantung anak melalui prosedur khusus. Dokter akan menentukan jadwal tindakan ini sesuai kondisi anak dan urgensi medis.
“Biasanya kami pilih siapa yang akan dijadwalkan bulan depan. Kecuali untuk kasus emergensi, saya langsung lakukan tindakan segera karena itu menyangkut nyawa,” ujar dokter Wira Mondana.
Namun, tindakan ini tidak boleh terlalu lama ditunda. Bila dibiarkan, tekanan paru-paru bisa meningkat, sehingga tindakan penutupan menjadi lebih sulit dan kualitas hidup anak pun menurun. Oleh karena itu, setelah diketahui adanya kelainan pada jantung, anak sebaiknya segera dirujuk ke dokter anak konsultan jantung anak untuk evaluasi lebih lanjut.
Sayangnya, tak sedikit orangtua yang merasa anaknya “baik-baik saja”, meski pemeriksaan medis menunjukkan adanya kelainan. Ada kasus di mana seorang anak berusia 10 tahun baru diketahui memiliki kelainan jantung saat melakukan screening biasa.
“Anaknya datang hanya karena demam. Saat diperiksa, suara jantungnya berbeda. Saya temukan adanya PDA (Patent Ductus Arteriosus). Ibunya bisa menerima, tapi ayahnya menolak percaya. Akhirnya mereka mencari second opinion ke negara tetangga, tapi hasilnya sama, dan akhirnya kembali ke saya untuk tindakan, alhamdulilah tindakan penutupan lubang jantung berhasil dan pasien dapat aktivitas seperti biasa.”ungkap dokter Wira.
Kasus seperti ini cukup sering terjadi, di mana orangtua menilai anaknya sehat karena aktif bermain dan tidak menunjukkan keluhan yang berarti. Padahal, penyakit jantung bawaan bisa saja tidak menimbulkan gejala jelas di awal.
Kenali Tanda-Tanda Penyakit Jantung pada Anak
Beberapa gejala yang harus diwaspadai orangtua antara lain:
– Anak tampak biru di bibir, ujung jari, atau lidah.
– Mudah lelah saat menyusu bagi bayi, seperti cepat berhenti menyusu dan berkeringat.
– Anak sering berkeringat berlebihan meski tidak melakukan aktivitas berat.
– Anak mudah capek saat bermain atau beraktivitas.
– Anak suka jongkok setelah berlari sebentar.
– Adanya perbedaan suara jantung saat diperiksa.
Jika ditemukan gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera bawa anak ke dokter spesialis anak atau dokter spesialis anak konsultan jantung anak. Pemeriksaan echocardiography (USG jantung) dapat dilakukan untuk memastikan kondisi jantung anak dan menentukan seberapa urgen tindakan medis yang diperlukan. “Akan saya lakukan pemeriksaan fisik, echocardiography dulu, baru tentukan langkahnya. Apakah cukup pemantauan, atau harus tindakan segera,” tambahnya.
Dokter berpesan agar orangtua tidak menunda pemeriksaan bila menemukan kelainan pada anak. Jangan pula menganggap anak baik-baik saja hanya karena tampak aktif. “Jangan abaikan gejala sekecil apa pun. Deteksi dini bisa menyelamatkan anak,” tegasnya. Selamatkan jantung anak indonesia, selamatkan penerus bangsa. (***)
Reporter : ANDRIANI SUSILAWATI
Editor : Putut Aryo Tejo