Buka konten ini
Hujan deras yang mengguyur Kota Batam berulang kali menyebabkan sejumlah kawasan tergenang air, bahkan lumpuh sementara akibat banjir. Puncaknya terjadi pada Senin (5/5) sore, saat hujan lebat mengguyur dan menyebabkan genangan cukup tinggi di berbagai titik strategis kota.

2. Pelajar SMP Negeri 28 Batam bergotong-royong membersihkan sekolah Selasa (6/5), setelah Senin (5/5) kebanjiran. Sekolah ini berlokasi di Komplek Perum Taman Raya Tahap 4, Belian, Batam Center. f. Cecep Mulyana / Batam Pos.
3. Pelajar SMP Negeri 28 Batam bergotong-royong membersihkan sekolah Selasa (6/5). f. Cecep Mulyana / Batam Pos.
4. Sejumlah motor parkir di depan Komplek Pertokoan di Batam Center yang tergenang air saat hujan deras mengguyur Kota Batam, Senin (5/5). F. Cecep Mulyana/ Batam Pos.
5. Jalan di depan Botania 1 terendam banjir saat hujan deras mengguyur Kota Batam Senin (5/5). f. Tangkapan layar video WA.
BATAM (BP) – Salah satu lokasi yang terdampak parah adalah Simpang Kepri Mall, yang menjadi langganan banjir ketika hujan deras turun. Air menggenangi badan jalan hingga mengganggu lalu lintas dan membuat pengendara terjebak banjir di kawasan tersebut.
Jalan di depan Botania 1, salah satu jalur utama di kawasan Batam Center, juga tak luput dari genangan air. Ketinggian air sempat membuat pengendara sepeda motor tidak bisa lewat dan harus menunggu surut. Hal serupa terjadi di Jalan Orchard Boulevard, tepatnya di area U-Turn dekat Orchard Park, di mana air sempat menutupi hampir seluruh permukaan jalan.
Selain itu, di kawasan pertokoan Batam Center, banjir juga menyebabkan kendaraan bermotor yang sedang terparkir tergenang air.
Tak hanya fasilitas umum dan jalan, sektor pendidikan pun terdampak. SMP Negeri 28 Batam, yang berlokasi di Komplek Perum Taman Raya Tahap 4, Belian, Batam Center, dilaporkan mengalami kebanjiran pada hari yang sama. Air masuk ke dalam ruang kelas dan menyebabkan lumpuhnya kegiatan belajar-mengajar.
Namun semangat gotong royong ditunjukkan para pelajar dan guru. Pada Selasa (6/6), sehari setelah kejadian, para siswa bahu-membahu membersihkan sekolah dari sisa lumpur dan genangan air. Pihak sekolah menyatakan kegiatan belajar akan dilanjutkan secara bertahap sembari menunggu kondisi normal kembali.
Cuaca ekstrem ini menjadi pengingat bagi pemerintah kota dan warga Batam akan pentingnya perbaikan sistem drainase serta kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan. Pasalnya, sebagian genangan terjadi akibat saluran air tersumbat oleh sampah dan sedimen tanah. (***)
Reporter : ANDRIANI SUSILAWATI
Editor : PUTUT ARYO TEJO