Buka konten ini
Sebanyak 3.550 jemaah calon haji (JCH) dari Embarkasi Batam telah diberangkatkan hingga kelompok terbang (kloter) ke-8 pada musim haji 1445 Hijriah/2024 Masehi. Angka ini merupakan bagian dari 11.874 jemaah yang direncanakan akan berangkat melalui embarkasi tersebut tahun ini.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Kepulauan Riau, Zoztafia, menjelaskan, jemaah yang telah diberangkatkan terdiri dari 1.627 laki-laki dan 1.923 perempuan dari berbagai provinsi seperti Kepulauan Riau, Riau, Jambi, dan Kalimantan Barat.
“Untuk sementara, jemaah yang sudah diberangkatkan dari kloter 1 hingga 8 berjumlah 3.550 orang. Artinya, masih ada 8.324 jemaah lagi yang akan diberangkatkan dalam 19 kloter berikutnya,” ujar Zoztafia, Jumat (9/5).
Ia menambahkan, setiap kloter membawa sekitar 445 hingga 446 jemaah, termasuk petugas haji seperti Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI), Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI), Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), serta tenaga medis. Menurut Zoztafia, proses pemberangkatan jemaah sejauh ini berlangsung tertib dan lancar.
“Kami memastikan semua layanan mulai dari asrama haji hingga bandara berjalan optimal. Semoga seluruh jemaah diberi kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan rangkaian ibadah haji,” katanya.
Namun, di tengah proses pemberangkatan yang berjalan lancar, kabar duka datang dari Tanah Suci. Seorang jemaah dari kloter pertama, Abdul Kadir bin Abdul Salam, meninggal dunia di Madinah, Rabu (8/5) pukul 09.40 Waktu Arab Saudi. Pria berusia 84 tahun asal Kabupaten Karimun, Kepri, itu wafat setelah menjalani perawatan medis intensif di Rumah Sakit King Fahd.
“Benar, satu orang jemaah haji asal Kepri meninggal dunia di Madinah. Kami turut berduka cita dan mendoakan almarhum husnul khatimah,” ucap Zoztafia.
Menurut penjelasan resmi, Abdul Kadir sempat menjalani tindakan medis. Jenazahnya dimakamkan di kompleks pemakaman Baqi, salah satu tempat pemakaman utama di Madinah yang memiliki nilai sejarah tinggi dalam Islam.
Sebagai langkah antisipasi, Kemenag Kepri mengimbau seluruh jemaah agar menjaga kesehatan, mengingat suhu ekstrem dan padatnya aktivitas ibadah selama musim haji.
“Kami terus mengingatkan jemaah untuk menjaga kebugaran dan tidak memaksakan diri agar dapat menjalani seluruh rangkaian ibadah dengan lancar dan aman,” tutup Zoztafia.
Jemaah Haji Meranti Tiba di Sekupang
Sementara itu, sebanyak 95 jemaah calon haji (JCH) asal Kabupaten Kepulauan Meranti tiba di Pelabuhan Sekupang, Batam, Jumat (9/5) siang. Mereka tiba menggunakan kapal Batam Jet 3 sekitar pukul 12.50 WIB.
Setibanya di pelabuhan, para jemaah langsung diarahkan menuju bus yang telah disiapkan panitia untuk kemudian dibawa ke Asrama Haji Batam. Rombongan juga didampingi satu orang petugas haji daerah (PHD), sehingga total keseluruhan sebanyak 96 orang.
Pantauan di lapangan, para jemaah tampak antusias dan penuh semangat. Petugas gabungan dari Kemenag, Kesra, dan kepolisian juga terlihat mengatur kelancaran proses kedatangan dan pengangkutan jemaah menuju asrama.
Para jemaah dijadwalkan akan diberangkatkan menuju Tanah Suci, Sabtu (10/5), dari Bandara Hang Nadim, Batam.
“Alhamdulillah, seluruh jemaah tiba dengan selamat dan dalam kondisi sehat. Saat ini mereka sedang menjalani proses administrasi dan persiapan akhir sebelum keberangkatan besok,” ujar Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Batam, Zulkarnain Umar, Jumat (9/5).
Untuk musim haji 1445 H/2024 M ini, Embarkasi Batam dijadwalkan melayani pemberangkatan sebanyak 11.840 orang, terdiri atas 11.732 jemaah haji dan 108 petugas kloter. Mereka berasal dari empat provinsi, yakni Kepulauan Riau (1.284 orang), Riau (5.033 orang), Kalimantan Barat (2.505 orang), dan Jambi (2.910 orang).
Seluruh jemaah akan diberangkatkan dalam 27 kelompok terbang (kloter) yang dibagi ke dalam dua gelombang. Gelombang pertama berlangsung pada 2–15 Mei 2025 dengan tujuan Madinah, sedangkan gelombang kedua dimulai pada 17 hingga 31 Mei 2025 dengan tujuan Jeddah.
JCH Gelombang I Mulai Bergeser ke Makkah
Gelombang kedatangan jemaah calon haji (JCH) Indonesia gelombang pertama menuju Madinah masih berlangsung hingga Jumat (9/5). Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) hingga petang, sebanyak 55.599 calon jemaah telah tiba di Madinah.
Di tengah kedatangan para jemaah yang masih terus mengalir, mulai hari ini (10/5), para JCH mulai bergeser dari Madinah menuju Makkah. Mereka adalah jemaah yang telah berada di Kota Nabi selama sembilan hari.
Sesuai jadwal, pada hari pertama, sebanyak 2.864 calon jemaah dari tujuh kloter dibe-rangkatkan. Sebelum bergerak ke Makkah, mereka terlebih dahulu menuju Bir Ali untuk mengambil miqat (tempat dimulainya ibadah haji dan umrah).
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah menyiapkan skenario pemberangkatan para JCH dari Bir Ali menuju Makkah. Proses miqat bagi masing-masing rombongan jemaah dibatasi maksimal 15 menit. ”Karena itu, proses miqat kami usahakan seefisien mungkin,” ujar Kepala Seksi Khusus (Kaseksus) Bir Ali PPIH Daker Madinah, Muhammad, kemarin.
PPIH juga menerapkan aturan khusus bagi para JCH lansia dan disabilitas. Petugas memberikan imbauan agar mereka melaksanakan seluruh rangkaian miqat dari dalam bus dan tidak perlu turun ke Masjid Bir Ali.
Sesuai jadwal, pendorongan calon jemaah haji dari Madinah ke Makkah akan berlangsung setiap hari hingga 25 Mei. Setelah itu, pemberangkatan JCH masuk gelombang kedua. Di mana, calon jemaah dari tanah air tidak turun di Madinah, tapi langsung ke Makkah.
Di tengah-tengah gelombang kedatangan para jemaah, suhu di Tanah Suci terus menunjukkan tren kenaikan. Di Madinah, suhu puncak sudah mencapai 41 derajat Celsius, dan diprediksi masih akan naik hingga 44 derajat Celsius pada pekan depan.
Sementara itu, di Makkah, tren kenaikan suhu juga terjadi. Suhu puncak diperkirakan akan mencapai 41 derajat Celsius. ”Suhu ini sangat berat bagi jemaah lansia, apalagi yang memiliki komorbid,” ujar Kabid Kesehatan Klinik Haji Indonesia (KKHI) Madinah, dr. M. Imron. (***)
Reporter : Azis Maulana – Rengga Yuliandra – JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG