Buka konten ini

DI antara penggawa Manchester United dan Tottenham Hotspur yang akan berhadapan di final Liga Europa (22/5), terselip satu nama yang pernah merasakan all-English final. Dia adalah gelandang serang United Mason Mount.
Sebelum pindah ke United dua tahun lalu, Mount jadi hero bagi Chelsea kala memenangi all-English final dalam Liga Champions 2021 di Estadio do Dragao, Porto. Mount jadi kreator di balik terciptanya gol tunggal kemenangan Chelsea atas Manchester City oleh Kai Havertz.
Pengalaman itulah yang bisa dibawa Mount untuk membantu United mengalahkan Spurs di San Mames, Bilbao. Terlebih, gelandang serang berusia 26 tahun itu mendapatkan momen yang tepat menuju final nanti. Yaitu dengan mencetak dua gol dari kemenangan 4-1 United atas Athletic Bilbao di Old Trafford, Jumat (9/5).
Itu menjadi torehan gol perdananya bersama United di ajang Eropa. Juga kali pertama namanya masuk dalam papan skor United di Old Trafford. “Aku tahu sesuatu yang hebat akan datang untukku,” ucap Mount kepada TNT Sports.
“Gol yang sudah lama aku nantikan, terjadi saat momen yang spesial,” sambungnya.
Jika United punya Mount, Spurs memiliki kapten sekaligus wide attacker Son Heung-min dan bek Ben Davies dari skuad all-English final saat melawan Liverpool FC di Liga Champions 2019. Tapi, di balik kekalahan 0-1 Spurs saat itu, hanya Son yang bermain. Davies duduk manis di bench.
Masalahnya, Son belum tentu fit dalam final Europa karena progres pemulihan cederanya berjalan sangat lambat. Son sudah menepi sebulan terakhir atau melewatkan tujuh laga. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG