Buka konten ini
NEW DELHI (BP) – Kashmir, kata penulis Salman Rushdie, adalah negeri dongeng. Tempat terindah di muka bumi yang pernah dilihat penulis Midnight s Children, novel yang bertutur tentang periode pemisahan India dan Pakistan.
Namun, di negeri dongeng itu pula kini India dan Pakistandua negara yang memiliki senjata nuklirsaling serang dan saling tembak. Ini merupakan buntut dari ketegangan setelah penyerangan terhadap serombongan turis India bulan lalu. New Delhi menuding milisi yang didukung Islamabad berada di balik serangan tersebut.
Pakistan mengklaim telah menembak jatuh lima jet tempur India, Kamis (8/5). Menurut Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, itu merupakan balasan atas serangan rudal India ke wilayah Pakistan sehari sebelumnya.
“Kami akan membalas setiap tetes darah para martir,” kata Sharif seperti dilansir AFP.
Militer India menyebut serangan mereka sebagai aksi yang terukur dan tidak menimbulkan eskalasi. Serangan itu menargetkan sembilan lokasi yang mereka sebut sebagai kamp teroris di wilayah Pakistan. Aksi ini dilakukan dua minggu setelah India menuduh Pakistan berada di balik serangan terhadap wisatawan mereka di Pahalgam, Kashmir.
Namun, Pakistan membantah tuduhan tersebut dan menyebut serangan India sebagai agresi militer. Pemerintah Pakistan melaporkan sediÂkitnya 31 warga sipil tewas akibat tembakan dan serangan udara dari negeri jiran mereka itu. Sementara India mengklaim 13 warga sipil dan satu tentara tewas akibat serangan balasan dari Pakistan.
Harapan Trump
Nun di Washington DC, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berharap konflik India dan Pakistan segera berakhir. AS, katanya, memiliki hubungan yang sangat baik dengan kedua negara bekas jajahan Inggris itu.
“Kalau ada yang bisa saya lakukan untuk membantu, saya akan turun tangan,” katanya seperti dikutip CNN.
Tak ada indikasi bahwa AS akan mengoordinasikan upaya untuk memediasi konflik. Sikap pasif Gedung Putih ini mengundang kritik. CNN menyebut Trump baru akan bertindak jika dapat memanfaatkan kekuatan ekonomi dan militer untuk memanipulasi negara-negara kecil demi kepentingan Amerika.
Saling Klaim
Seorang sumber keamanan India yang enggan disebutkan namanya mengatakan tiga jet tempur Pakistan jatuh di wilayah India. Klaim itu langsung dibalas militer Pakistan yang menyebut mereka menembak jatuh lima jet tempur India di sepanjang perbatasan kedua negara di Kashmir.
Juru bicara militer Pakistan Jenderal Ahmed Sharif Chaudhry dalam konferensi pers menuduh India melakukan tindakan agresi militer terang-terangan. Ada 25 drone, lanjutnya, yang dikirim ke kota-kota besar Pakistan. Namun, semuanya berhasil dirontokkan.
“Agresi terbuka ini terus berlanjut dan angkatan bersenjata kami berada dalam tingkat siaga tinggi,” katanya seperti dikutip dari The Guardian. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO