Buka konten ini
TANJUNGPINANG (BP) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) baru menjangkau sekitar 37 ribu peserta didik dari total 509.445 siswa. Artinya, masih ada 472.424 siswa yang belum tersentuh program ini.
Ratusan ribu siswa yang belum mendapatkan manfaat MBG ini tersebar di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP, hingga SMA/SMK. Termasuk pula siswa madrasah dan santri pondok pesantren.
Berdasarkan data induk peserta didik dari Kementerian Pendidikan, jumlah siswa dari TK hingga SMA/SMK di Kepri mencapai 472.129 orang. Sementara itu, data Kanwil Kemenag Kepri menunjukkan terdapat 25.603 siswa madrasah (MI-MA) dan 11.713 santri di pondok pesantren.
“Iya, baru 37 ribu siswa dari 133 sekolah yang menikmati MBG. Sisanya masih menunggu giliran,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Andi Agung, Jumat (9/5).
Ia menjelaskan, penerima MBG saat ini masih didominasi siswa dari jenjang TK, SD, dan SMP. Sementara SMA dan SMK belum banyak terjangkau di semua kabupaten/kota.
Andi merinci, program MBG paling banyak berjalan di Kabupaten Natuna dengan 71 sekolah penerima. Disusul Batam (24 sekolah), Karimun (13 sekolah), Lingga dan Tanjungpinang masing-masing sembilan sekolah, Anambas lima sekolah, dan Bintan dua sekolah.
“Nanti akan dibahas lagi soal realisasi MBG di seluruh wilayah Kepri, karena baru 133 sekolah yang terlayani,” jelasnya.
Sementara itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengungkapkan bahwa akan dibentuk 235 SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi), yakni dapur produksi yang menyiapkan makanan bergizi gratis.
Untuk itu, pemerintah kabupaten/kota diminta menyiapkan masing-masing tiga lokasi pembangunan SPPG. Lokasi tersebut akan disurvei langsung oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
“Satu SPPG ditargetkan mampu menyiapkan 3.000 paket MBG agar distribusinya maksimal. Kabupaten/kota harus siapkan tiga lokasi untuk disurvei,” ujarnya. (*)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : RYAN AGUNG