Buka konten ini
BINTAN (BP) – Politeknik Bintan Cakrawala (PBC) berkomitmen terhadap inovasi dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Kali ini ditunjukkan melalui unit penelitian, publikasi, dan pengabdian kepada masyarakat (P3M).
Kampus vokasi unggulan ini menyelenggarakan Diseminasi Ke-III Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2024, dengan mengusung tema Kreasi dan Inovasi untuk Mendukung Pariwisata yang berdaya saing.
Kegiatan berlangsung di Aula PBC, di kawasan wisata Bintan Resorts, Lagoi pada Kamis (8/5).
Kegiatan ini dihadiri perwakilan Community Development PT BIIE dan PT BRC, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bintan, pimpinan hotel dan resort kawasan wisata Bintan Resorts, Lagoi, hingga komunitas difabel dan akademisi dari Tanjungpinang.
Kehadiran mereka menjadi bukti sinergi antara pendidikan vokasi, industri, pemerintah, dan masyarakat dalam mendorong kemajuan bersama.
Selama tahun 2024, 15 penelitian dan 9 pengabdian kepada masyarakat telah dijalankan oleh para dosen PBC. Pada kegiatan diseminasi ini, sebanyak 3 karya penelitian dan 3 pengabdian kepada masyarakat unggulan dipresentasikan secara terbuka kepada publik dan stakeholder.
Penelitian yang dipaparkan antara lain, eksplorasi pasar produk batik difabel di hotel kawasan pariwisata internasional Lagoi oleh Firman Wahyu Illahi, pineapple jam dengan serbuk daun stevia sebagai pemanis dan strategi pemasaran produk di Bintan oleh Aprillia Nurcahyaning Rahayu, dan perencanaan strategi wisata kebugaran berbasis kearifan lokal dengan pendekatan holistik oleh Putri Fistyaning Army.
Sementara tiga PKM yang ditampilkan adalah pelatihan inovasi minuman kopi di Kopi Sangit Bawah Langit oleh Hetty Yulianti Sihite. Berikutnya desain kemasan dan pelatihan UMKM mart untuk peningkatan daya saing produk oleh Welli Kurniawan Braham, dan penyusunan buku menu Wong Deso dan pelatihan kuliner Farm to Table oleh Mashudi.
Kepala P3M PBC, Indah Andesta, menegaskan bahwa semua kegiatan riset dan pengabdian diarahkan untuk memberikan solusi konkret yang aplikatif bagi industri dan masyarakat.
“Kami bangga bisa berkontribusi lewat riset yang relevan dan program pelatihan yang memberdayakan. Tahun ini kami menghasilkan inovasi seperti table runner batik bermotif bakau dan budaya, selai nanas sehat berbahan stevia, paket wellness tourism, B Coffee dari olahan kopi lokal, frozen food dari ikan air tawar, serta inovasi pengemasan produk UMKM,’’ jelas Indah.
Kegiatan diseminasi ini bukan sekadar ajang presentasi akademik, tetapi juga ruang kolaboratif untuk membangun masa depan pariwisata Bintan yang lebih berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan. (*)
Reporter : slamet nofasusanto
Editor : GALIH ADI SAPUTRO