Buka konten ini
NEW DELHI (BP) – Baku tembak antara militer India dengan Pakistan di kawasan perbatasan kedua negara semakin memanas. Perkembangan terbaru, aksi saling serang tersebut telah mengakibatkan 36 nyawa melayang dari kedua belah pihak.
Serangan India dilakukan dengan peluru kendali (rudal). Serangan ke sembilan titik, termasuk wilayah Kashmir yang dikuasai Pakistan itu merenggut delapan nyawa. Informasi yang beredar, rudal menghantam dua masjid di kawasan perbatasan Pakistan dengan India.
Seperti dilaporkan AFP, Islamabad menyatakan 26 warga sipil, empat di antaranya anak-anak, tewas karena serangan India di perbatasan. Sementara dari pihak New Delhi mengklaim setidaknya delapan orang meninggal dunia akibat rentetan tembakan oleh militer Pakistan.
Baku tembak militer kedua negara terjadi setelah India meluncurkan Operasi Sindoor ke Pakistan pada Rabu (7/5) dini hari. Operasi ini melibatkan beberapa jet tempur dan drone. Perdana Menteri India Narendra Modi memuji serangan yang diklaim Kementerian Pertahanan India terfokus, terukur, dan tidak bersifat eskalatif tersebut. “Serangan itu sama sekali tidak menyasar fasilitas militer Pakistan,” kata Kementerian Pertahanan India.
Maskapai Alihkan Penerbangan
Dampak dari baku tembak India-Pakistan, maskapai penerbangan negara-negara Timur Tengah membatalkan dan mengalihkan sejumlah penerbangan yang melintasi kawasan kedua negara. Seperti Etihad, Emirates, dan Qatar Airways.
Seperti dilansir Al Arabiya kemarin, penerbangan dari bandara di Dubai, Abu Dhabi, dan Doha menuju bandara-bandara yang ada di wilayah India dan Pakistan telah ditunda. Bahkan, Etihad sampai menarik kembali penerbangan yang sedang mengudara ke Pakistan pada Senin (6/5) lalu.
Seperti di India misalnya. Sejumlah penerbangan dibatalkan untuk menghindari serangan rudal yang dilakukan oleh angkatan bersenjata India terhadap sasaran terror di Pakistan, Rabu (7/5). Lebih dari 200 penerbangan telah dibatalkan dan setidaknya 18 bandara di India utara dan barat telah ditutup.
Beberapa maskapai penerbangan India seperti Air India, IndiGo, SpiceJet, Air India Express, Akasa Air serta beberapa maskapai asing, telah membatalkan layanan dari beberapa bandara. Maskapai IndiGo sendiri telah membatalkan lebih dari 165 penerbangan. Penutupan sementara zona wilayah udara dan bandara tertentu dilakukan akibat serangan udara.
Mengutip dari laman Bussiness-standard.com, bandara yang terkena dampak terutama terletak di India utara dan barat termasuk Srinagar, Leh, Jammu, Amritsar, Pathankot, Chandigarh, Jodhpur, Jaisalmer, Shimla, Dharamshala, dan Jamnagar.
IndiGo juga mengumumkan pembatalan lebih dari 165 penerbangan domestik dari berbagai bandara, termasuk Amritsar dan Srinagar, karena pembatasan wilayah udara yang sedang berlangsung. IndiGo saat ini mengoperasikan sekitar 2.200 penerbangan setiap hari. IndiGo mengatakan setelah situasi yang berlaku, penerbangan ke dan dari Srinagar, Jammu, Amritsar, Leh, Chandigarh, Dharamshala, Bikaner, dan Jodhpur dibatalkan.
”Karena pemberitahuan pemerintah tentang pembatasan wilayah udara, lebih dari 165 penerbangan IndiGo dari beberapa bandara (Amritsar, Bikaner, Chandigarh, Dharamshala, dibatalkan hingga 10 Mei 2025,” kata pihak maskapai. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO