Buka konten ini
BINTAN (BP) – Para pelajar yang akan lulus sekolah diharapkan berhati-hati terhadap bahaya tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang marak terjadi di luar negeri seperti Kamboja dan Myanmar.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjunguban, Adi Hari Pianto saat kegiatan keimigrasian dan pemanfaatan aplikasi m-paspor di Hotel Melayu Bedendang Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Kamis (8/5).
Ia mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan bekal pengetahuan terkait bahaya TPPO bagi pelajar baik SMA dan SMK di Tanjunguban.
Sehingga mereka tidak tergiur tawaran pekerjaan dengan gaji tinggi dibandingkan negara asalnya yang berpotensi menjerumuskan mereka menjadi korban TPPO.
Lebih jauh Adi menjelaskan, alasan kegiatan ini menyasar pelajar SMA dan SMK. Sebab, tidak menutup kemungkinan mereka bekerja di luar negeri.
“Kita harapkan mereka mendapatkan edukasi soal bahaya TPPO dan pencegahannya agar mereka tidak terbujuk oleh pihak yang tidak bertanggungjawab untuk bekerja di negara-negara yang saat ini marak (TPPO) ke Kamboja atau Myanmar,” kata Adi.
Selain itu, para pelajar juga diberikan pengetahuan tentang proses pembuatan paspor, termasuk manfaat dari m-paspor yang memudahkan pengurusan paspor secara online. (*)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GALIH ADI SAPUTRO