Buka konten ini
BATAM KOTA (BP) – Menjelang Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah, harga sapi dan kambing di Kota Batam mulai merangkak naik. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya permintaan masyarakat serta keterbatasan pasokan dari luar daerah.
Sebagai kota yang tidak memiliki sentra peternakan berskala besar, Batam sangat bergantung pada pasokan hewan kurban dari daerah lain, seperti Kupang, Bali, dan Lampung.
Ardi, pengelola usaha penggemukan hewan kurban di kawasan Seitemiang, Batam, mengatakan bahwa harga sapi ditentukan berdasarkan jenis dan bobot tubuhnya.
“Harga sapi Bali berkisar antara Rp21 juta hingga Rp35 juta untuk bobot mulai 220 kilogram. Sapi jenis PO (Peranakan Ongole) dengan bobot 300–400 kilogram dijual sekitar Rp30–35 juta. Sementara sapi Limosin berbobot 660 kilogram ke atas bisa mencapai Rp65 juta per ekor,” jelasnya.
Sementara untuk kambing, harga juga bervariasi tergantung jenis dan ukurannya. Kambing jantan Jawa dewasa dijual mulai Rp1,6 juta hingga Rp2,4 juta, sedangkan kambing betina dijual antara Rp1,5 juta hingga Rp1,55 juta per ekor.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam, Mardanis, menyebutkan bahwa kebutuhan hewan kurban tahun ini mencapai sekitar 10.000 ekor, terdiri dari 4.000 ekor sapi dan 6.000 ekor kambing.
“Saat ini sudah tersedia sekitar 3.000 ekor sapi. Masih ada kekurangan sekitar 1.000 ekor lagi yang akan dipenuhi dalam waktu dekat,” ujarnya.
Untuk memastikan hewan kurban layak dan sehat, DKPP melakukan pemeriksaan kesehatan dan dokumen asal-usul ternak. Pemeriksaan dilakukan sejak di daerah asal, saat karantina di Batam, hingga menjelang penyembelihan.
”Setiap hewan diperiksa di tempat asalnya. Saat tiba di Batam, hewan dikarantina dan kami akan melakukan pengawasan ulang menjelang Idul Adha,” jelas Mardanis.
Tahun ini, Batam juga mendapat bantuan hewan kurban dari Presiden Prabowo Subianto. Satu ekor sapi berbobot 800 kilogram akan disalurkan untuk masyarakat Kota Batam. Sementara satu ekor lainnya, berbobot 1 ton, diberikan untuk Provinsi Kepulauan Riau.
”Sapi bantuan dari Presiden sudah diperiksa secara teknis dan dinyatakan layak untuk dikurbankan,” ujar Mardanis.
Sapi bantuan Presiden RI itu rencananya akan disembelih di Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah. Pemilihan lokasi dilakukan karena kapasitas masjid yang besar dan jumlah jemaah yang banyak.
“Sapi kurban dari Presiden sudah diterima DKPP dan diputuskan akan disalurkan ke Masjid Sultan. Biasanya memang hewan kurban dari Presiden diberikan ke masjid besar,” pungkasnya. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : RATNA IRTATIK