Buka konten ini
KABUPATEN PASURUAN (BP) – Pemadaman serta pembasahan truk TNI pengangkut amunisi yang terbakar dan meledak di KM 774+350 A Tol Gempol–Pandaan, Jawa Timur, memang sudah selesai dilakukan pada Senin (5/5) malam pukul 23.00. Namun, pekerjaan belum selesai.
Jawa Pos Radar Bromo (grup Batam Pos) melaporkan, sejumlah tentara masih melanjutkan penyisiran dan sterilisasi sampai keesokan harinya atau Selasa (6/5). Sebab, yang meledak dari truk tersebut adalah amunisi. Tim Gegana Satbrimob Polda Jawa Timur turut didatangkan ke lokasi insiden yang menimpa truk milik Yonif 509 BY/2 Kostrad Jember itu.
Bangkai truk dibawa ke Yon Zipur 10 Pasuruan, batalyon terdekat dari lokasi kejadian yang berbuntut meninggalnya Serka Untung Avilisia. Selama itu pula, ruas tol tersebut ditutup selama sekitar 11 jam.
Menurut Dandim 0819 Pasuruan Letkol Arh Noor Iskak, dari keempat truk dalam rombongan yang berangkat dari Surabaya menuju Jember setelah selesai bertugas di Papua, truk kedua mengangkut amunisi. Truk itulah yang terbakar kemudian meledak.
Serma Leonardus Dhino Adi Setiawan yang berada di samping Serka Untung, pengemudi truk ketiga di belakang truk nahas tersebut, terluka. Serpihan barang yang meledak juga melukai dua warga sipil, Faisol dan anaknya M. Naufal, yang menyaksikan insiden itu dari jalan di tepian jalan tol. Kedua warga Desa Winong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, itu terkena serpihan.
Menurut Noor Iskak, amunisi yang diangkut truk tersebut terdiri atas MKK 56 atau amunisi kaliber kecil, granat tangan, dan GLM atau granat lontar. “Penyebab terbakarnya truk diselidiki oleh Subdenpom 3 Malang,” kata Noor Iskak.
Noor Iskak menambahkan, setelah ledakan langsung dilakukan sterilisasi. Sterilisasi dibantu tim Gegana Satbrimob Polda Jawa Timur bersama Kodim 0819 Pasuruan dan Polres Pasuruan.
“Kami berharap warga sekitar tidak mendekat ke lokasi. Jika menemukan sisa-sisa amunisi terbakar, harap melapor sehingga bisa dilakukan penanganan,” terangnya.
Proses penyisiran pascakejadian itu, tambahnya, akan memakan waktu. Sebab, radius bahan ledakan diperkirakan mencapai sekitar satu kilometer. Penyisiran ditargetkan dilakukan hingga tiga hari ke depan, termasuk ke area persawahan di sekitar tol.
Menurut kesaksian warga, kepulan api dan asap akibat kebakaran terlihat sampai ke perkampungan yang berjarak ratusan meter dari tol. “Kepulan apinya terlihat dari kejauhan, juga ada bunyi ledakannya berkali-kali. Kami mengira truk terbakar tersebut mengangkut petasan,” kata Yanto, salah seorang warga Dusun Kemranggeng, Desa Winong.
Begitu tahu bahwa itu adalah truk TNI dan muatannya amunisi, lanjut Yanto, tidak ada yang berani mendekat. “Kami hanya melihat dari jauh,” katanya.
Tidak hanya sekadar melihat kejadian tersebut, warga juga banyak yang merekam momen saat api melalap truk itu. Sebab, menurut pengakuan mereka, api memang tidak biasa. Beberapa kali terlihat cahaya biru dan hijau.
Saat api masih berkobar, upaya pemadaman juga dilakukan. Dua unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Pasuruan didatangkan ke tempat kejadian perkara, serta satu unit truk tangki air dari Jasamarga.
Noor Iskak memastikan, kedua tentara yang meninggal dan luka bukan disebabkan oleh percikan amunisi. “Tapi karena terjatuh saat mencoba menyelamatkan diri,” katanya.
Ia menambahkan, saat kejadian, begitu ada ledakan, Untung dan Dhino mencari perlindungan dengan melompati guardrail atau pembatas jalan tol. “Karena kejadiannya malam dan gelap, ternyata bukan tanah, tetapi seperti gorong-gorong yang tingginya sekitar delapan meter,” ungkapnya.
Setelah terjatuh, korban dievakuasi ke RS Bhayangkara, Pusdik Gasum, Porong oleh rekan sesama TNI dan warga sekitar dengan motor. Namun, Serka Untung dinyatakan meninggal dunia, sementara Serma Dhino mengalami luka parah.
“Korban prajurit yang meninggal dunia dan luka-luka adalah penumpang di truk ketiga,” tuturnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG