Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan rumah subsidi tidak boleh dimiliki oleh orang kaya. Sebab, rumah subsidi diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Untuk itu, Kementerian PKP memastikan rumah subsidi tepat sasaran.
”Saya tegaskan rumah subsidi itu bukan untuk orang kaya. Tidak boleh ya. Rumah subsidi itu untuk rumah pertama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang memenuhi syarat ditetapkan pemerintah,” ujar Menteri PKP Maruarar Sirait di sela-sela Peringatan Hari Buruh di Jakarta, Kamis (1/5).
Menteri PKP meminta jajarannya dan BP Tapera untuk mengecek apakah rumah subsidi yang ada telah benar-benar dihuni oleh pemiliknya atau tidak. ”Pasalnya dari hasil kunjungan kerja ke lapangan banyak rumah-rumah subsidi yang tidak dihuni pemiliknya dan kondisinya juga tidak layak huni,” ujar mantan politikus PDIP itu.
Lebih lanjut, Menteri PKP menyatakan telah menetapkan Permen PKP Nomor 5 Tahun 2025 yang mengatur batas penghasilan MBR yang boleh memiliki rumah subsidi. Hal itu akan memperluas jangkauan akses masyarakat sekaligus mendorong pasar perumahan di Indonesia.
”Kami mengucapkan terima kasih atas kerja keras BP Tapera dan Bank penyalur KPR FLPP, karena semakin banyak masyarakat yang bisa memiliki rumah layak huni. Tahun ini kami menargetkan sebanyak 220.000 rumah subsidi untuk masyarakat dan akan terus kami upayakan kuotanya bisa bertambah lagi,” ujarnya.
Menteri PKP menyatakan akan terus berusaha melaksanakan perintah Presiden Prabowo Subianto agar Program 3 Juta Rumah bisa terlaksana dengan melibatkan semua pihak.
Untuk itu, Kementerian PKP akan berkolaborasi dengan berbagai kementerian seperti Kementerian Ketenagakerjaan untuk rumah buruh, Kementerian Pertanian untuk rumah petani, Komdigi untuk rumah wartawan, Kementerian Pendidikan Dasar untuk rumah guru dan Kementerian Kesehatan untuk rumah bagi tenaga kesehatan, bidan dan perawat.
”Kami tidak melaksanakan groundbreaking tapi langsung menyerahkan kunci rumah subsidi untuk MBR,” paparnya. (*)
Reporter : JP Group
Editor : gustia benny