Buka konten ini
Luis Enrique menjadi entraineur ketiga yang bisa meloloskan Paris Saint-Germain (PSG) ke semifinal Liga Champions. PSG pernah meraihnya pada era kepelatihan Thomas Tuchel pada 2019–2020 lalu Mauricio Pochettino (2020–2021).
Lucho, sapaan akrab Luis Enrique, menjalani tahun kedua dalam membangun dinastinya di PSG. Dia rela kehilangan Kylian Mbappe, Neymar Jr, dan Angel Di Maria sebagai trio yang jadi kekuatan lini depan PSG dalam capaian dua semifinal sebelumnya.
Sebagai gantinya adalah Lucho Boys, sebutan bagi para pemain PSG yang didatangkan Lucho dalam dua musim terakhir. Lucho Boys itulah yang jadi kunci PSG membidik final kedua di Liga Champions setelah bersama Tuchel.
Dini hari nanti (8/5), Lucho Boys butuh menuntaskan perjuangan dalam second leg semifinal kontra Arsenal di Parc des Princes, Paris (siaran langsung SCTV/beIN Sports 1/beIN Sports Connect/Vidio pukul 02.00 WIB). PSG punya modal kemenangan 1-0 dalam first leg di kandang Arsenal, Stadion Emirates, London, pekan lalu (30/4).
”Tim musim ini begitu muda. Meski begitu, tim muda inilah yang membawa kami juara liga (Ligue 1) tanpa terkalahkan (saat kunci gelar pada journee ke-28, 5/4, red),” kata kapten sekaligus bek tengah PSG Marquinhos kepada Le Parisien. ”Tim muda ini pula yang aku yakini bisa membawa kami ke final Liga Champios lagi,” imbuh satu-satunya pemain tersisa dari skuad PSG ketika mencapai final 2020 tersebut.
Sejak musim lalu, Marquinhos ditemani 21 rekrutan baru Lucho. Dari 21 pemain itu, enam di antaranya merupakan komponen kekuatan PSG bisa melaju sampai semifinal Liga Champions musim ini. Antara lain tandem Marquinhos, Willian Pacho, gelandang Joao Neves, wide attacker Desire Doue dan Khvicha Kvaratskhelia, serta false nine Ousmane Dembele.
Tiga nama terakhir sekaligus menjawab ekspektasi trio lini serang maut di PSG. Belum termasuk Bradley Barcola dan Goncalo Ramos yang juga datang di era Lucho. Trio Dembele, Doue, dan Kvara –sapaan akrab Kvaratskhelia–mampu mencetak 13 gol di Liga Champions musim ini. Delapan gol di antaranya dicetak Dembele.
Mantan tactician Arsenal berkebangsaan Prancis Arsene Wenger menyebut, Lucho Boys mengingatkannya kepada Wenger Boys pada era kejayaan The Gunners, julukan Arsenal. ”Tapi, mereka (Lucho Boys) punya beban besar meski memenangi pertemuan pertama. Kali ini mereka harus memutuskan untuk tetap tampil menyerang karena akan sulit kalau bermain pasif di kandang sendiri,’’ ulas Wenger kepada beIN Sports.
Di sisi lain, seiring sukses mengalahkan Arsenal di London, PSG diprediksi super komputer Opta sebagai favorit peraih juara Liga Champions dengan peluang 41,6 persen. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG