Buka konten ini
LONDON (BP) – Raksasa minyak dan gas (migas) global, Shell, dikabarkan mengincar rivalnya BP. Wacana penggabungan dua perusahaan migas asal London, Inggris, itu bakal mengubah peta kompetisi dunia.
Hal itu disampaikan oleh narasumber Bloomberg. Saat ini Shell sedang berdiskusi dengan penasihat untuk mengkaji potensi akusisi. Namun, perseroan menunggu penurunan nilai saham BP dan harga minyak global sebelum memberikan penawaran.
Pembicaraan tersebut dikabarkan semakin intensif. Shell pun sedang memetakan keuntungan dan risiko dari strategi pencaplokan tersebut. Dalam sejarah BP dan Shell selalu besraing ketat dari skala bisnis. Namun, beberapa tahun terakhir, Shell sudah tumbuh dua kali lipat dari operasional BP. Nilai pasar persahaan berlogo kerang itu mencapai 149 miliar poundsterling.
Akuisisi bakal membuat Shell menjadi lebih kuat di peta persaingan industri hulu migas global. Jika terjadi, skala perusahaan akan menandingi rival seperti Exxon da Chevron. Merger juga akan mengundang perhatian regulator mengingat skala yang super besar.
“Seperti yang kami sudah utarakan, kami fokus untuk menguatkan nilai Shell melalui performa, disiplin, dan simplifikasi,” ujar jubir Shell kepada Reuters. BP sendiri belum memberikan respons.
BP sendiri sedang dalam tekanan untuk meningkatkan margin profit dengan menekan biaya. Murray Auchincloss, bos BP, sudah mengumumkan rencana penjualan aset senilai total hingga USD 20 miliar hingga 2027. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO