Buka konten ini

HUJAN deras disertai angin kencang dan petir mengguyur Kota Batam dua kali dalam sehari, Senin (5/5). Cuaca ekstrem ini kembali menyebabkan banjir di sejumlah titik (Baca juga di Halaman Metropolis: Cuaca Buruk, Keberangkatan Kapal Internasional Tertunda).
Pantauan Batam Pos di lapangan menunjukkan sejumlah kawasan yang terdampak banjir, seperti Simpang Kepri Mall, Botania I, depan Orchard Park, Bengkong, dan masih banyak titik lainnya.
Genangan air yang cukup tinggi menyebabkan kemacetan dan membuat sejumlah kendaraan mogok, termasuk mobil mewah.
Di sekitar Botania I, beberapa kendaraan roda empat terlihat mogok saat mencoba menerobos genangan.
Tak jauh dari lokasi tersebut, tepatnya di kawasan Taman Raya, SMPN 28 juga dilanda banjir parah. Seluruh ruangan di lantai satu sekolah itu terdampak.
Peristiwa terjadi saat kegiatan belajar mengajar hampir selesai. Derasnya hujan yang turun tak tertampung dalam parit di depan sekolah.
Air meluap dan masuk ke seluruh ruangan di lantai satu, termasuk ruang guru, hingga menyebabkan kerusakan dan kekacauan.
Seorang guru menyampaikan, meski air telah surut, kondisi sekolah masih berantakan.
“Banjir kemarin sore saat anak-anak hampir pulang. Ruang guru dan seluruh lantai satu tergenang air,” ujarnya, Senin (5/5) malam.
Ia menjelaskan, hari ini siswa tetap masuk seperti biasa, namun bukan untuk belajar, melainkan bergotong royong bersama guru dan staf membersihkan sekolah.

“Anak-anak tetap hadir untuk gotong royong. Setelah itu, kalau kondisinya memungkinkan, baru kami lanjutkan belajar. Tapi kami paham, anak-anak pasti kelelahan. Untuk ini sudah kami sampaikan ke Dinas Pendidikan,” jelasnya. Ia mengaku, kekhawatiran banjir selalu menghantui warga sekolah setiap kali hujan deras turun. Dalam kondisi normal, air hanya menggenangi halaman. Tapi jika hujan berlangsung lama dan deras, air bisa masuk hingga ke dalam kelas.
“Kalau hanya hujan sebentar biasanya tidak sampai masuk. Tapi kemarin hujannya sangat deras. Air dari parit depan sekolah meluap dan langsung masuk. Ini bukan yang pertama,” katanya.
Ia berharap pemerintah, khususnya Dinas Pendidikan dan instansi terkait, bisa segera memberikan solusi jangka panjang.
“Harapan kami, pemerintah mencarikan solusi terbaik. Bisa dengan meninggikan permukaan sekolah atau memperlebar parit. Jangan dibiarkan seperti ini terus. Setiap hujan deras kami selalu waswas,” ucapnya penuh harap.
Mobil Mogok hingga Genangan di Depan Pemko
Kawasan Batam Center, banjir juga merendam ruas jalan di Legenda Belakang. Sedikitnya tujuh mobil dilaporkan mogok akibat terjebak banjir. Ruas jalan depan Hotel Kaliban Batam Center pun ikut terendam, mengganggu arus lalu lintas.
Yang paling mencolok, genangan setinggi mata kaki orang dewasa tampak di depan Kantor Wali Kota Batam. Akibatnya, warga dan pegawai Pemko Batam kesulitan menyeberang dan terpaksa basah-basahan.
Ironisnya, genangan ini terjadi hanya beberapa meter dari pusat pemerintahan kota. Saluran drainase di sudut perempatan tampak tak berfungsi. Air tak mengalir, menyisakan genangan yang nyaris selalu muncul tiap hujan turun.
Beberapa pegawai bahkan terlihat melepas alas kaki dan menentengnya saat menyeberang. Warga yang hendak ke Kantor Imigrasi Batam juga mengeluh.
“Padahal hujannya baru satu jam, tapi sudah tergenang sampai semata kaki. Kami kesulitan menyeberang,” kata Naibaho, seorang warga.
Warga berharap Pemko segera bertindak. Genangan di depan kantor pemerintahan dinilai mencoreng wajah kota. Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Suhar, mengatakan pihaknya akan membersihkan seluruh drainase eksisting sebagai langkah awal.
“Untuk penanganan permanen, sudah kami masukkan ke RKPD 2026,” katanya.
Warga Dikejar Puting Beliung
Selain banjir, angin puting beliung juga menerjang kawasan Batam Center sekitar pukul 15.36 WIB. Peristiwa mengejutkan itu terjadi tepat di depan Perumahan Anggrek Sari, sebelum Vinisian Mall.
Seorang pengendara motor menjadi korban saat mencoba menyelamatkan diri dari terpaan angin. Menurut warga sekitar, korban awalnya menghentikan motor dan berlari, tapi malah tersapu angin hingga terpental.
“Tadi dia naik motor, terus angin datang kencang banget. Dia berhenti, turun, terus lari. Tapi malah dikejar angin, sampai terpental,” ujar Debby Kurnia, saksi mata.
BMKG: Puncak Hujan Tahap Pertama
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam menyebut Mei merupakan puncak musim hujan tahap pertama di wilayah Kepri.
“Masyarakat perlu waspada terhadap potensi petir dan angin kencang,” ujar Kepala BMKG Hang Nadim Batam, Ramlan, Senin (5/5).
Ia menjelaskan, wilayah Kepri mengalami dua puncak musim hujan dan dua musim kemarau dalam setahun karena letaknya di garis ekuator. Puncak hujan pertama berlangsung Mei hingga awal Juni, sementara masa pancaroba dimulai sejak April.
“Hujannya bisa seharian. Kadang muncul tiba-tiba lalu reda lagi. Tapi volumenya tinggi,” ungkapnya.
Musim kemarau di Kepri pun tidak sepenuhnya kering. Masih ada potensi hujan meski dengan intensitas rendah.
Ramlan juga menyoroti potensi petir dan angin kencang, yang masih tinggi meski sedikit menurun dibandingkan bulan lalu.
“Angin kencang biasanya menyertai hujan deras. Kecepatannya bisa meningkat tiba-tiba, terutama saat awal hujan,” ujarnya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama terhadap potensi banjir lokal, genangan air, dan pohon tumbang.
“Masyarakat bisa memantau prakiraan cuaca resmi BMKG lewat aplikasi atau media sosial. Utamakan keselamatan,” tutup Ramlan. (***)
Reporter : YASHINTA – AZIS MAULANA
Editor : RYAN AGUNG