Buka konten ini
BELAKANGPADANG (BP) – Saat antrean di Kantor Imigrasi Batam Center semakin padat, sebagian warga Batam memilih alternatif yang lebih nyaman. Salah satunya dengan mengurus paspor di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belakang Padang.
Suasana lebih lengang dan pelayanan yang ramah menjadi alasan utama warga beralih. Di kantor imigrasi utama, antrean panjang setiap pagi menjadi pemandangan biasa.
Yuri, salah satu warga Batam, mengaku, lebih memilih ke Belakang Padang setelah mendapat rekomendasi dari temannya.
“Teman saya bilang, di sini lebih cepat dan antreannya tidak banyak. Saya berangkat dari rumah jam 7 pagi lewat Pelabuhan Pancung Sekupang,” katanya, Jumat (2/5).
Hal senada diungkapkan Amrulah, warga lainnya yang memperpanjang paspor di sana.
“Lebih nyaman di sini. Petugasnya ramah, prosesnya cepat, dan tidak seramai di Harbour Bay,” ujarnya.
Amrulah mengaku, alasan lainnya adalah sembari mengurus paspor, bisa juga menikmati berbagai makanan khas Belakangpadang.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belakang Padang, Moch Andri Budiman, menegaskan, peningkatan kualitas pelayanan menjadi prioritas di tahun 2025.
Berbagai inovasi layanan terus dikembangkan, baik untuk WNI maupun WNA.
“Tahun ini kami fokus pada layanan digital, penguatan pengawasan keimigrasian, serta pencegahan TPPO. Program sosial di wilayah perbatasan juga terus berjalan,” ujarnya.
Sepanjang 2024, Imigrasi Belakang Padang telah menerbitkan 12.541 paspor untuk WNI. Jumlah ini meningkat berkat inovasi seperti M-Paspor, Eazy Passport, Paspor Merdeka, dan PORTAL (Paspor di Atas Kapal).
Untuk WNA, tercatat 76 izin tinggal diterbitkan tahun lalu. Rinciannya: 1 Izin Tinggal Tetap (ITAP), 4 Izin Tinggal Terbatas (ITAS), dan 71 ITAS perairan.
“Ini komitmen kami untuk memberikan pelayanan yang optimal, bagi warga lokal maupun asing,” ucap Andri. (*)
Reporter: RENGGA YULIANDRA
Editor : FISKA JUANDA