Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyebut kemampuan literasi dan numerasi anak Indonesia usia 15 tahun masih kurang. Mereka dapat membaca, namun tidak bisa memahami materi yang dibaca. Anakanak juga kesulitan memahami penerapan matematika dalam kehidupan sehari-hari.
Mu’ti mengatakan, ada 75 persen anakanak yang kemampuan literasinya masih di bawah level 2 PISA (Programme for International Student Assesment). ”Mereka kesulitan memahami gagasan utama dari sebuah teks panjang,” jelasnya saat menghadiri Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah di kantor PPSDM Kemendikdasmen, di Depok, Selasa (29/4).
Kecakapan numerasi anakanak juga mengkhawatirkan. Menurut Mu’ti, 82 persen anak usia 15 tahun memiliki kemampuan matematika di bawah level 2 PISA.
”Mereka kesulitan memahami implementasi matematika dalam kehidupan seharihari,” terangnya.
Persentase siswa yang mencapai kompetensi minimum literasi mayoritas berada di wilayah Pulau Jawa, sebagian Kalimantan seperti wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Selatan (Kalsel), Riau. Selebihnya, didominasi wilayah Indonesia Timur seperti di Papua dan Maluku. Sementara itu, siswa yang kemampuan numerasinya di bawah 40 persen didominasi di wilayah Indonesia Timur. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG