Buka konten ini

TANJUNGPINANG (BP) – Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) yang awalnya akan dibangun di kawasan Dompak Kota Tanjungpinang, bakal dialihkan ke Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Kepala Dinas Sosial Provinsi Kepri, Burhanudin, mengatakan, berpindahnya titik pembangunan sekolah rakyat tersebut dilakukan karena Pemerintah Kota Tanjungpinang sudah mengusulkan pembangunan sekolah rakyat di Senggarang.
Sehingga, terdapat dua usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Tanjungpinang. Atas pertimbangan tersebutlah membuat Pemerintah Provinsi Kepri membangun SR di kawasan Bintan Buyu, Kabupaten Bintan.
”Artinya, ada dua usulan Sekolah Rakyat di wilayah Tanjungpinang, yaitu dari pemprov dan pemkot. Sementara di Bintan belum ada, makanya digeser ke sana (Bintan Buyu) biar merata,” kata Burhanudin, Minggu (27/4).
Usulan SR ini, sudah disampaikan kepada Kementerian Sosial (Kemensos) RI. Provinsi Kepri sudah mengusulkan total tiga SR di Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan, dan Kabupaten Natuna.
Menurutnya, usulan pembangunan ketiga SR tersebut juga telah diterima dan dibahas pemerintah pusat. Ia berharap seluruh usulan tersebut dapat disetujui Kemensos.
”Untuk rencana pembangunannya tergantung dari pusat, bisa tahun 2025 atau 2026,” tambahnya.
Nantinya pembangunan SR akan dibiayai penuh menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sementara pemerintah daerah, hanya menyiapkan lahan saja.
Nantinya, Sekolah Rakyat bakal gratis bagi siswa kalangan tidak mampu, terutama siswa putus sekolah untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Sistem pendidikannya boarding school atau sekolah berasrama.
”Kuota siswanya sekitar 1.000 orang untuk ketiga Sekolah Rakyat tersebut. Gratis untuk warga kurang mampu,” pungkasnya. (*)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : ANDRIANI