Buka konten ini

Mentai, saus khas Jepang berbahan dasar telur ikan kod atau pollock yang dicampur mayones, kini hadir dalam sajian dimsum racikan rumahan. Sensasinya?
Aul Kitchen, usaha kuliner milik Selma Aulia Anasta atau Aulia, sukses memadukan cita rasa creamy, gurih, dan pedas dalam satu gigitan dimsum mentai yang menggoda.
Usaha ini baru seumur jagung—berjalan sekitar satu bulan, tepatnya sejak awal Ramadan tahun ini. Bermula dari eksperimen pribadi dan unggahan iseng di Instagram, ternyata banyak yang kepincut dan langsung memesan.
“Waktu itu saya lihat dimsum mentai lagi ramai dijual di media sosial. Saya coba bikin sendiri, eh ternyata teman-teman malah minta saya jualan,” ujar Aulia.
Beruntung, sang kakak ipar mendukung penuh. Ia dibelikan kelas daring hingga buku resep dari para chef ternama. Aulia pun mulai serius mengembangkan menu dan strategi penjualan.
Tak disangka, saat pertama kali membuka pre-order (PO), ia langsung kebanjiran pesanan. Kunci keunikan dimsum buatannya terletak pada topping yang beragam dan tampilan yang lebih menarik dibandingkan dimsum pada umumnya.
Usaha ini ia beri nama mentaibyaulskitchen, karena semua produknya diracik sendiri di dapur rumah. Nama tersebut, menurut Aulia, mewakili dua hal: keunikan rasa mentai buatannya yang bisa diterima semua kalangan, dan nuansa homemade yang hangat.
“Saya rasa pas kalau dipadukan dengan nama ‘Aul’s Kitchen’, karena semua dibuat sendiri dari rumah. Jadilah ‘mentaibyaulskitchen’,” katanya.
Saat ini, menu yang tersedia masih satu: Dimsum Mentai Mix. Namun, tersedia dalam tiga ukuran:
Party size (16 pcs): Rp95.000
Ukuran sedang (8 pcs): Rp46.000
Ukuran kecil (6 pcs): Rp36.000
“Yang paling banyak dipesan itu yang ukuran party size,” sebut Aulia.
Tak butuh waktu lama untuk slot PO penuh. Dalam satu periode PO, ia bisa menjual hingga 1.500 pcs dimsum—setara dengan 40 kg daging ayam. Omzet bersih per bulan pun menembus angka Rp13–15 juta.
Meski belum punya gerai fisik, Aulia sudah mempekerjakan satu karyawan dapur dan masih memproduksi dari rumahnya di Blok C No. 24, Tiban Patam, kawasan Yafindo Patam, Batam.
“Tapi Insya Allah, ke depan kami akan hadirkan outlet,” katanya penuh harap.
Rencana jangka pendek lainnya adalah menambah varian menu dan saus. Saat ini, pemesanan masih dilakukan via pre-order melalui WhatsApp atau Instagram @mentaibyaulskitchen. Bahkan, beberapa pelanggan dari Tanjungpinang dan Pekanbaru rela menggunakan jasa titip untuk mencicipi dimsum racikannya.
Kepada pelaku UMKM lain, Aulia membagikan dua kunci utama: berani bermimpi besar dan jangan segan meminta dukungan dari orang terdekat.
“Mereka penting untuk mengingatkan tujuan awal dan membangkitkan rasa percaya diri,” ungkapnya.
“Walaupun saya hanya ibu rumah tangga, saya bangga karena punya penghasilan sendiri, meskipun suami sudah sangat mampu,” tambah Aulia.
Ia berharap usahanya bisa terus berkembang dan hadir di pasar-pasar agar konsumen tak lagi perlu menunggu PO untuk memesan. (***)
Reporter : TIA CAHYA NURANI
Editor : MUHAMMAD NUR