Buka konten ini
Karimun (BP) – Fenomena alam berupa waterspout atau pusaran angin, yang sering disebut warga sebagai puting beliung, kembali terjadi di wilayah Kecamatan Meral pada Sabtu (19/4). Kejadian ini mengakibatkan 20 rumah warga terkena dampaknya.
Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan, Kedaruratan, dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD dan Damkar) Karimun, Hendra, saat dikonfirmasi, mengatakan bahwa hanya satu unit rumah yang rusak berat akibat tertimpa pohon yang ada di samping rumah tersebut.
”Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa. Dari 20 unit rumah yang terkena dampak, hanya satu unit yang rusak berat. Itu pun hanya teras rumah yang tertimpa pohon, sementara rumah induknya tidak ada kerusakan,” terang Hendra, Selasa (22/4).
Pihaknya saat ini sedang melakukan pendataan terhadap rumah-rumah warga yang terdampak bencana. Ada tiga lokasi yang terhantam puting beliung, yaitu Perumahan Orchid RT02/RW01 Blok H, yang mengalami kerusakan ringan pada 4 rumah; Perumahan TMK RT01/RW04, yang terdapat 7 rumah rusak berat; serta Sungai Raya Kecil, yang terdampak dengan 9 rumah rusak.
”Sejak Januari hingga sekarang, ini baru pertama kalinya puting beliung terjadi. Kami telah melakukan pendataan terhadap rumah yang rusak,” ungkapnya.
Peristiwa puting beliung ini terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Tak lama setelah itu, kejadian serupa kembali terjadi di Pasar Bukit Tembak, yang menyebabkan kantor UPTD dan Mushola juga terdampak oleh terjangan angin puting beliung.
”Kemarin, ada juga pohon tumbang yang kami evakuasi langsung,” tambahnya. (*)
Reporter : TRI HARYONO
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI