Buka konten ini
HUJAN deras mengguyur Kota Batam selama hampir dua jam mulai sekitar pukul 16.00 WIB, Minggu (20/4). Hujan dengan intensitas tinggi ini disertai angin kencang yang melanda hampir seluruh penjuru kota.
Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan sejumlah kejadian di berbagai titik. Salah satu peristiwa yang terjadi adalah tumbangnya sebuah pohon di Sekupang. Pohon itu menimpa sebuah mobil yang sedang melintas.
Pantauan di lapangan menunjukkan hujan lebat juga menyebabkan genangan di beberapa wilayah. Air terlihat menggenangi jalan di Batam Center, Bengkong, Baloi, Nagoya, hingga Jodoh.
Beberapa pengendara sepeda motor tampak kesulitan melintasi genangan air yang cukup tinggi, terutama di titik-titik rawan banjir. Tak sedikit kendaraan yang memilih berhenti sementara menunggu air surut, bahkan ada beberapa kendaraan yang mogok di jalan.
Banjir ini mengindikasikan kinerja drainase yang tidak optimal, sehingga air cepat meluap ke jalan. Masyarakat berharap pemerintah setempat segera melakukan pembenahan agar kejadian serupa tidak terus terulang.
Hingga malam, hujan mulai mereda meski langit Batam masih tampak mendung. Dalam siaran BMKG, warga diminta tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih bisa terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Hujan deras yang mengguyur Kota Batam pada Minggu (20/4) sore menyebabkan kawasan Jodoh terendam banjir. Akibatnya, banyak sepeda motor mogok dan aktivitas pedagang di sekitar lokasi lumpuh.
“Paritnya meluap. Padahal hujan deras sebentar saja,” ujar Iman, pedagang barang seken di Jodoh.
Ia menjelaskan, air luapan parit tersebut menggenangi jalan setinggi betis orang dewasa. “Padahal parit di Jodoh ini cukup besar, tapi sudah tidak mampu menampung air hujan lagi,” katanya.
Selain di kawasan Jodoh, banjir juga terjadi di simpang empat Nagoya tepatnya sekitar Martabak HAR Nagoya, Jalan Laksamana Bintan, dan sekitar Rumah Sakit Harapan Bunda (RSHB). “Setiap hujan deras, pasti banjir. Sudah dua tahun seperti ini,” ujar Rozi, pedagang di sekitar RSHB.
Ia mengatakan, setiap hujan deras ia harus menyelamatkan gerobak dagangannya. Bahkan, seluruh pedagang berhenti berjualan. “Sudah seperti sungai. Sampai motor pun diseret,” katanya.
Ia mengaku kesal dengan pemerintah yang tak kunjung mengatasi banjir tersebut. Sebab, hal ini membuat para pedagang kehilangan pendapatan.
“Di sini banyak pedagang kaki lima. Kalau sudah banjir, kami berhenti berjualan,” tutupnya.
Hujan deras juga mengakibatkan sebuah pohon berukuran besar tumbang dan menutup seluruh badan jalan di dekat Perumahan Taman Sari, Sekupang. Pohon tumbang itu tidak hanya menghalangi akses lalu lintas, tetapi juga sempat mengenai sejumlah kendaraan yang tengah melintas.
Beberapa pengendara sepeda motor dan mobil dilaporkan tertimpa ranting pohon. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, mes-ki beberapa kendaraan me-ngalami kerusakan ringan akibat tertutup ranting dan batang kecil.
“Pas hujan deras, anginnya juga kencang sekali. Tiba-tiba pohonnya roboh begitu saja. Ada mobil dan motor yang tertimpa,” ujar Joni, salah satu warga yang berada di lokasi kejadian.
Kondisi jalan yang tertutup total menyebabkan arus lalu lintas di jalan tersebut macet. Sejumlah pengendara terpaksa memutar balik atau menunggu hingga akses jalan dibuka kembali.
Petugas kepolisian dari Polsek Sekupang yang menerima laporan warga langsung bergerak ke lokasi. Bersama warga dan petugas lainnya, mereka mengevakuasi pohon dengan memotong batang dan ranting agar akses jalan bisa kembali dilalui.
“Kami langsung turun ke lokasi begitu menerima informasi dari warga. Saat ini, proses pemotongan pohon masih berlangsung. Kami juga mengatur lalu lintas agar tidak terjadi penumpukan kendaraan,” ujar Kapolsek Sekupang, Kompol Benhur Gultom.
Benhur juga membenarkan bahwa sempat ada kendaraan roda empat dan roda dua yang terdampak ranting pohon. Namun, setelah tim tiba di lokasi, kendaraan tersebut sudah tidak berada di tempat.
“Memang benar ada mobil dan motor tadi di lokasi, tapi bukan tertimpa batang pohon besar, hanya rantingnya saja. Sudah kami cek, dan kendaraan itu sudah pergi saat kami tiba. Tidak ada yang terkena langsung,” tegasnya.
Petugas juga mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan waspada, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. “Kami imbau warga untuk tidak berteduh di bawah pohon saat hujan deras dan angin kencang. Utamakan keselamatan,” tambah Benhur.
Hingga Minggu malam, proses evakuasi pohon tumbang masih berlangsung. Petugas berupaya semaksimal mungkin agar arus lalu lintas segera kembali normal.
Sementara itu, Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM-SDA) mulai membangun rumah pompa air sebagai solusi pengendalian banjir di kawasan Jodoh hingga Nagoya. Pekerjaan fisik sudah dimulai dan ditargetkan rampung pada November 2025.
Kepala Bidang Sumber Daya Air DBM-SDA Kota Batam, Wan Taufik, mengatakan, rumah pompa ini menjadi komponen penting dalam sistem pengendalian banjir, khususnya di Jodoh hingga Nagoya, terutama saat musim hujan.
“Saat ini sudah dimulai pekerjaan rumah pompanya. Insyaallah selesai pelaksanaannya pada November 2025,” ujarnya, Minggu (20/4).
Ia menjelaskan, rumah pompa nantinya akan dileng-kapi dengan pintu air, sistem blok air dari laut, dan beberapa pompa yang diawasi langsung oleh petugas. Infrastruktur ini sangat dibutuhkan mengingat kondisi topografi Jodoh–Nagoya yang datar, dengan elevasi tidak jauh dari permukaan laut.
“Selama ini kita hanya mengandalkan aliran air secara gravitasi. Tapi, untuk kawasan datar seperti ini, sistem pompa sangat diperlukan agar air bisa cepat dibuang ke laut,” jelasnya.
Menurut Taufik, pembangunan stasiun pompa ini telah diajukan dalam APBD 2025. Lokasi pompa akan dibangun di titik-titik muara yang menjadi jalur pembuangan air ke laut. Dengan kehadiran pompa ini, banjir di sekitar Martabak HAR, Jodoh, Nagoya, dan sekitarnya diharapkan bisa teratasi.
Sembari menunggu stasiun pompa rampung, DBM-SDA tetap melakukan langkah antisipatif dengan menormalisasi saluran air di sejumlah titik rawan banjir di Kota Batam. “Normalisasi tetap rutin kita laksanakan, terutama di wilayah yang kerap tergenang air saat hujan. Ini bagian dari upaya penanganan jangka pendek,” tambahnya.
Pembangunan rumah pompa ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang Pemko Batam dalam membenahi sistem drainase kota dan meminimalkan dampak banjir, yang selama ini menjadi masalah tahunan di beberapa wilayah padat penduduk.
Cuaca di sejumlah wilayah di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) diperkirakan masih akan diguyur hujan pada Senin (21/4). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Hang Nadim Batam menyampaikan peringatan dini potensi cuaca hujan disertai angin kencang dan petir.
Forecaster on duty BMKG Hang Nadim, Rizky W., menjelaskan kondisi ini disebabkan oleh pola siklonik di sekitar wilayah Kepri yang mendukung pertumbuhan awan-awan hujan. “Secara umum, kondisi cuaca hari ini (kemarin) diprakirakan berawan dan berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, yang dapat disertai petir dan angin kencang di beberapa wilayah di Kepulauan Riau,” ujar Rizky, Minggu (20/4).
BMKG mengimbau masya-rakat untuk waspada terhadap potensi hujan pada pagi hingga siang hari, terutama di wilayah pesisir. Suhu udara diperkirakan berkisar antara 25 hingga 31 derajat Celsius, dengan kecepatan angin bervariasi.
Prakiraan cuaca detail wilayah Kepri untuk Senin (21/4), Batam, pagi hingga siang hujan ringan, malam hingga dini hari cerah berawan. Tanjungpinang/Bintan, pagi hingga siang hujan ringan, malam hingga dini hari cerah berawan.
Untuk Tanjungbalai Karimun, sepanjang hari hujan ringan, dari pagi hingga dini hari. Lingga, pagi hingga siang hujan ringan, malam berawan tebal, dini hari cerah berawan. Natuna, pagi hingga malam hujan ringan, dini hari berawan. Kabupaten Anambas, pagi hingga malam hujan ringan, dini hari berawan tebal.
Sementara itu, laporan BMKG Maritim menunjukkan kondisi gelombang laut masih tergolong tenang hingga rendah, mendukung aktivitas pelayaran. Namun, masyarakat diminta tetap mewaspadai perubahan cuaca, khususnya di wilayah perairan Natuna.
Untuk mendapatkan informasi cuaca terkini hingga ke level kecamatan dan desa, masyarakat dapat mengakses laman resmi BMKG di https://cuaca.bmkg.go.id. (***)
Reporter : ARJUNA – YOFI YUHENDRI – RENGGA YULIANDRA
Editor : RYAN AGUNG