Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rolliansyah Soemirat menampik isu soal rencana Rusia membangun pangkalan militer di Papua. Dia juga membantah negeri yang dipimpin Vladimir Putin tersebut meminta menempatkan pesawat militer di pulau di ujung timur Indonesia tersebut. “Indonesia tidak pernah memberikan izin kepada negara manapun untuk membangun atau memiliki pangkalan militer,” katanya di Jakarta, Kamis (17/4).
Mengenai pesawat, dia menjelaskan, Indonesia sebagai negara yang memiliki tradisi politik luar negeri bebas aktif memang menerima dan mengizinkan pesawat atau kapal militer negara lain berkunjung. Tapi, dalam misi damai, bukan untuk kepentingan lain. Lebih lanjut Roy, sapaan akrabnya, meng-ungkapkan, pembangunan yang direncanakan pemerintah di Papua berkaitan dengan tempat peluncuran satelit.
Rencananya, tempat peluncuran satelit itu akan dibangun di Biak. Pembicaraan mengenai itu telah dimulai beberapa tahun yang lalu, namun belum sampai kepada keputusan apapun hingga kini.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Biro Informasi Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal TNI Frega Wenas juga menepis informasi tersebut. Dia mengungkapkan, tidak ada permintaan penggu-naan pangkalan militer RI oleh militer asing.
Sorotan di Australia
Isu penggunaan pangkalan militer Indonesia oleh militer asing mencuat dari pemberitaan media asing. Disebutkan bahwa Rusia mengusulkan kepada pemerintah Indonesia menjadikan Lanud Manuhua di Biak sebagai pangkalan bagi pesawat-pesawat militer mereka. Isu tersebut juga menjadi sorotan di Australia yang berbatasan laut dengan Indonesia di Papua. Namun, pakar kebijakan luar negeri dan pertahanan skeptis dengan isu itu.
Indonesia diyakininya tidak akan menyetujui permintaan Rusia. “Kemungkinan menerima permintaan Rusia hampir nol,” kata pakar Pertahanan di Lowy Institute Australia, Rahman Yaacob, kepada The Guardian. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO