Buka konten ini
BATAM KOTA (BP) – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Barelang mengingatkan masyarakat Batam untuk waspada terhadap berbagai modus penipuan yang belakangan kembali marak terjadi. Salah satu kasus terbaru menimpa seorang pengemudi ojek online (ojol) yang menjadi korban penggelapan sepeda motor oleh seseorang yang memesan layanan secara offline.
Kapolresta Barelang, Kombes Zaenal Arifin, menegaskan pentingnya kewaspadaan dalam berinteraksi dengan orang yang tidak dikenal. Ia menyebut, pelaku penipuan kerap menggunakan tipu daya dengan mengiming-imingi bayaran tinggi atau hadiah sebagai pancingan. “Hati-hati dengan tipu daya orang yang tidak dikenal,” kata Zaenal, Senin (8/4).
Menurutnya, penipu biasanya menawarkan keuntungan yang tampak menggiurkan untuk menurunkan kewaspadaan korban. “Lebih baik memastikan dulu apakah orang tersebut benar-benar bisa dipercaya, meskipun menjanjikan bayaran atau hadiah yang besar,” ujarnya.
Zaenal juga mengungkap bahwa selain menyasar pengemudi ojol, praktik penipuan serupa sering terjadi terhadap para pencari kerja (pencaker). Modus yang digunakan adalah menawarkan jalur masuk kerja ke perusahaan tertentu dengan syarat membayar sejumlah uang. Penipuan semacam ini hampir terjadi setiap tahun di Batam.
Kasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Debby Tri Andrestian, turut mengingatkan masyarakat, khususnya para pencari kerja, agar lebih selektif dalam mencari informasi lowongan pekerjaan, terutama pada awal tahun yang menjadi periode aktif perekrutan. Ia mengimbau agar pencari kerja menggunakan jalur resmi dan menghindari perantara tidak dikenal.
“Silakan cari kerja lewat situs resmi, dinas terkait, atau langsung ke perusahaan. Jangan percaya pada calo atau orang yang hanya memberi janji secara lisan,” ujar Debby. Ia menambahkan bahwa penggunaan jasa calo sangat rawan menyebabkan kerugian karena tidak ada jaminan kejelasan dan kerap berujung pada penipuan. “Jangan gunakan calo atau janji dari perorangan,” tutupnya. (*)
Reporter : Yofi Yuhendri
Editor : RATNA IRTATIK