Buka konten ini
BATAM KOTA (BP) – Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta koperasi. Melalui program dana bergulir dengan bunga rendah, enam pelaku usaha mikro telah menerima pinjaman sebesar Rp495 juta hingga akhir Maret 2025.
Program ini dijalankan oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelolaan Dana Bergulir Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (KUKM) Kota Batam sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelaku UMKM agar mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan ekonomi yang semakin ketat.
“Program ini bukan hanya sekadar bantuan modal, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang untuk mendorong UMKM naik kelas,” ujar Kepala UPTD Pengelolaan Dana Bergulir, Zulfahri, Senin (7/4).
Meski sempat mengalami penyesuaian akibat perubahan regulasi, penyaluran dana akhirnya berjalan efektif mulai Februari 2025. Salah satu perubahan penting adalah pengalihan mekanisme jaminan dari Akta Kuasa Untuk Menjual (KUM) menjadi Akta Pembebanan Hak Tanggungan (APHT) elektronik.
”Perubahan ini bertujuan untuk meningkatkan kepastian hukum bagi para penerima pinjaman,” tambahnya.
Dana bergulir yang diberikan memiliki suku bunga flat hanya 4 persen per tahun, dengan tenor pinjaman maksimal lima tahun. Jumlah pinjaman yang dapat diajukan mencapai Rp150 juta, baik oleh pelaku usaha mikro maupun koperasi.
“Dengan bunga rendah dan pendampingan teknis, kami berharap pelaku usaha bisa lebih berdaya dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan,” ucap Zulfahri.
Pemko Batam menargetkan penyaluran dana bergulir hingga Rp11 miliar sepanjang 2025. Untuk menghindari kredit macet, UPTD akan memperkuat pelatihan, bimbingan teknis, dan pengawasan langsung terhadap pelaku usaha.
Program ini juga menjadi bagian dari strategi Pemko Batam dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang tangguh dan inklusif, di mana pelaku usaha lokal menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi daerah. (*)
Reporter : RENGGA YULIANDRA
Editor : RATNA IRTATIK