Buka konten ini
Dengan mendaftarkan diri Anda di Harian Batam Pos, Anda akan mendapatkan akses penuh ke seluruh konten.


Tiket kapal roro dari Tanjunguban tujuan Telagapunggur untuk kendaraan roda empat atau mobil telah habis dipesan hingga H+6 lebaran atau 6 April 2025.
Supervisi Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Sukma Nugraha, mengatakan, lonjakan kendaraan ke Pelabuhan Telagapunggur terjadi sejak H+1 dan berlanjut hingga H+3.
Layanan kapal roro pada H+1 beroperasi hingga sekitar pukul 23.00 WIB. Sementara layanan pada H+2 dan H+3 beroperasi hingga pukul 02.00 WIB.
Saat ini tersisa kuota untuk kendaraan roda dua atau sepeda motor dan pejalan kaki.
Sebelumnya, telah dilakukan penambahan kapal dari reguler tiga kapal menjadi empat kapal. Bahkan, pada Kamis (3/4), dilakukan penambahan dua kapal lagi sehingga total kapal yang beroperasi menjadi lima kapal, yaitu KMP Satria, KMP Teluk Singkil, KMP Niaga Ferry, KMP Barau, dan KMP Tanjungburang. Namun, hingga Jumat (4/4) siang, hanya empat kapal yang masih dioperasikan.
Sukma mengimbau masya-rakat yang membawa mobil dan belum mendapatkan tiket untuk tidak memaksakan diri datang ke pelabuhan.
”Jangan memaksa ke pelabuhan, daripada kecewa,” pungkasnya.
Sindi, warga Batam, terpak-sa meninggalkan mobilnya di Tanjunguban karena tidak mendapatkan tiket ke Pelabuhan Telagapunggur, hingga H+6 lebaran.
Ia kemudian memesan tiket online untuk mobilnya yang akan diseberangkan pada H+7.
Sementara itu, ia dan keluarganya melanjutkan perjalanan ke Batam dengan membeli tiket sebagai penumpang.
Dipadati Penumpang Tujuan Batam dan Pinang
Hari keempat pascalebaran, Pelabuhan Roro Jagoh, Kabupaten Lingga dipadati penumpang roda dua dan roda empat yang hendak berangkat menuju Batam dan Tanjungpinang.
Pantauan di Pelabuhan Roro Jagoh pada Kamis malam, terlihat antrean panjang penumpang untuk membeli tiket di loket penjualan mulai pukul 19.30 WIB hingga pukul 21.00 WIB.
Selain antrean penumpang, terlihat juga antrean kendara-an roda dua dan roda empat berjejer siap untuk berangkat.
Yusuf, penumpang tujuan Tanjungpinang saat diwawancarai Batam Pos mengatakan bahwa dirinya sempat khawatir tidak kebagian tiket karena kondisi penumpang yang begitu ramai.
”Saya sempat merasa khawatir tidak kebagian tiket karena saya datang agak lama ke pelabuhan. Setelah sampai di pelabuhan Roro Jagoh saya melihat begitu ramai penumpang yang sudah mengantre untuk membeli tiket penumpang maupun kendaraan,” ujar Yusuf, Kamis (3/4).
Yusuf menjelaskan, setelah sampai di pelabuhan dan melihat sudah panjang antrean penumpang untuk membeli tiket, dirinya pun segera masuk ke barisan antrean tersebut agar ikut kebagian tiket.
”Setelah menunggu lama di barisan antrian, alhamdulillah saya masih dapat kebagian tiket,” ungkapnya dengan wajah gembira.
Tidak hanya Yusuf, Anggun yang juga merupakan penumpang tujuan Tanjungpinang sudah datang ke pelabuhan Roro Jagoh sejak pukul 17.30 WIB. Dia mengatakan, dirinya juga sempat merasa khawatir tidak kebagian tiket untuk berangkat karena melihat padatnya penumpang yang ada di pelabuhan Roro Jagoh.
”Saya datang ke pelabuhan ini sudah dari jam 17.30 WIB, namun karena loket penjualan tiket belum buka jadi belum bisa untuk membeli tiket. Melihat penumpang yang terus berdatangan hingga memadati kawasan Pelabuhan Roro Jagoh, saya sempat khawatir tidak kebagian tiket karena sedikit sulit ikut antrean disebabkan harus menjaga anak juga,” ungkap Anggun.
Hingga roro berangkat dari Pelabuhan Jagoh, tidak ada penumpang maupun kendaraan yang tidak mendapatkan tiket. Semua penumpang dan kendaraan yang sudah mengantre dapat diberangkatkan.
Penumpang SBP Pinang Diprediksi Naik Lagi
Sementara itu, jumlah penumpang arus balik libur lebaran Idulfitri 2025 di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Kota Tanjungpinang, Kepri diprediksi bakal terus meningkat, hingga akhir pekan ini.
Pantauan Batam Pos, para calon penumpang masih membeludak memenuhi ruang tunggu, trestle, hingga jalan menuju ponton di pelabuhan tersebut. Kebanyakan calon penumpang akan berlayar ke Kota Batam dan antarpulau.
Arus balik penumpang mulai terasa sejak hari ketiga lebaran. Dimana, terdapat 6.693 orang penumpang dan 5.427 penumpang yang berangkat dan tiba di Pelabuhan SBP.
Namun, jumlah penumpang mengalami penurunan pada hari keempat, dengan total penumpang yang datang dan pergi sebanyak 5.649 orang penumpang.
”Kalau hari ini, pantauan kami belum ada lonjakan yang signifikan. Kalau beberapa hari sebelumnya memang terjadi lonjakan,” kata Kepala KSOP Tanjungpinang, Dwi Yanto, Jumat (4/4).
Kendati demikian, ia memperkirakan lonjakan penumpang bakal akan terjadi pada Sabtu dan Minggu.
”Kami tetap akan menjaga kondusivitas penumpang, agar tidak terjadi penumpukan yang signifikan, terlebih lagi menjelang masuk kerja dan sekolah,” sebutnya.
Sementara itu, seorang penumpang tujuan Dabo Singkep, Rika, menuturkan alasannya memilih balik lebih dulu dikarenakan menghindari keramaian pada arus balik. Ia mengaku membeli tiket secara online sehari sebelum keberangkatan.
”Karena takutnya kalau besok mau masuk kerja baru pulang, pasti lebih ramai. Makanya saya milih balik lebih awal. Apalagi bawa anak-anak juga,” pungkasnya.
Sementara itu, kondisi di Pelabuhan Domestik Tanjungbalai Karimun di H+3, Rabu (2/4) sudah dipadati penumpang yang akan berangkat meninggalkan Karimun.
Khususnya, untuk tujuan ke Batam, kepadatan penumpang terlihat loket penjualan tiket tujuan Harbour bay, Batam.
”Memang, sejak pagi kapal Oceanna tujuan Harbour Bay penuh. Khususnya, untuk keberangkatan mulai pukul 09.00 WIB. Dan, saat ini (Rabu, red) untuk keberangkatan pukul 11.00 WIB juga sudah penuh. Jadi, penumpang yang tidak dapat tiket keberangkatan pukul 11.00 WIB sudah pesan untuk keberangkatan pukul 13.00 WIB,’’ ujar Agen Pelayaran Kapal Oceanna, Feri Azwil.
Sementara itu, Kepala Pos Syahbandar Pelabuhan Sri Tanjung Gelam, Safaruddin yang dikonfirmasi secara terpisah menyebutkan, untuk Rabu (2/4) keberangkatan penumpang tidak lagi terlihat padat.
”Sebaliknya, kedatangan penumpang yang terlihat padat. Khususnya, penumpang yang berasal dari Buru dan Selat Beliah, Kundur Barat,” jelasnya.
Tapi, lanjutnya, untuk keberangkatan penumpang melalui Pelabuhan Selat Gelam itu padatnya pada H+2 atau Selasa (2/4). Karena, pada hari itu agen kapal yang beroperasi hanya ada dua.
Sehingga, terjadi penumpukan penumpang. Sedangkan, untuk hari pada H+3 saat ini semua agen pelayaran sudah beroperasi.
”Secara umum, kedatangan dan keberangkatan penumpang melalui Pelabuhan Sri Tanjung Gelam berjalan lancar. Untuk puncak arus balik melalui pelabuhan kemung-kinan akan terjadi pada Sab-tu (5/4) dan Minggu (6/4). Kami mengimbau kepada para penumpang yang akan berangkat agar datang lebih awal ke pelabuhan,” papar Safaruddin.
Penumpang di Bandara RHF Menurun
Sementara itu, jumlah penumpang yang tiba dan terbang dari Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Kota Tanjungpinang, Kepri mengalami penurunan. Sepanjang 21Maret-3 April 2025, tercatat ada 10.045 penumpang yang datang dan pergi dari Bandara di Pulau Bintan tersebut.
Pergerakan penumpang di Bandara RHF terpantau me-ngalami penurunan sebanyak delapan persen, jika dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya dengan total penumpang sebanyak 10.934 rang.
”Hal ini terpantau pergerakan penumpang mengalami penurunan 8% dibandingkan periode hari yang sama pada angleb tahun lalu dengan pergerakan 10.934 penumpang,” kata Kepala Departemen Airport Security & Service Improvement Bandara RHF, Rudy Sudrajat, Jumat (4/4).
Ia menerangkan, puncak arus mudik penumpang sebelum Idulfitri 2025 terjadi pada H-4, atau 27 Maret. Dimana, terdapat pergerakan 1.034 penumpang yang datang dan berangkat lewat Bandara RHF.
Sedangkan prediksi puncak arus balik setelah lebaran diperkirakan terjadi pada 7 Maret mendatang, dengan pergerakan 650 penumpang yang datang dan pergi dari bandara di ibu kota Provinsi Kepri tersebut.
”Terdapat satu tambahan frekuensi penerbangan atau extra flight rute Jakarta khusus pada 25 Maret, yaitu Citilink Indonesia,” ungkapnya.
Ia menambahkan, bahwa maskapai penerbangan yang beroperasi masih sama seperti dihari biasanya pada periode sebelum Angleb, yaitu rute jakarta yang dilayani oleh maskapai Batik Air dan beroperasi setiap hari.
”Lalu Garuda Indonesia beroperasi empat kali seminggu, sedangkan Citilink beroperasi tiga kali seminggu. Serta rute antarwilayah kepri yaitu Dabo Singkep, Tambelan, dan Letung dilayani oleh maskapai Susi Air di hari Senin dan Kamis,” pungkasnya. (***)
Reporter : Slamet Nofasusanto / VATAWARI / MOHAMAD ISMAIL / Sandi Pramosinto
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI