Buka konten ini
TOKYO (BP) – Setelah absen pada 2020 dan 2021 karena pandemi Covid-19, hanya ada satu tim pemenang dalam F1 Jepang di Sirkuit Suzuka selama tiga tahun terakhir. Red Bull melalui Max Verstappen selalu finis terdepan. Harapannya tentu sama untuk tahun ini. Kemenangan keempat beruntun tentu menjadi kado perpisahan untuk Honda yang tidak lagi bersama Red Bull musim depan.
Akan tetapi, mewujudkannya tidaklah mudah. Red Bull tidak lagi superior musim ini. Dalam dua balapan pertama di Australia dan Tiongkok, mereka belum berhasill mendapatkan kemenangan. Verstappen hanya finis masing-masing kedua dan keempat.
Tantangan lebih berat dialami Tsunoda. Pembalap 24 tahun itu bertukar tempat dengan Liam Lawson (yang berganti ke Racing Bulls) setelah balapan di Tiongkok. Dalam waktu yang singkat, Tsunoda harus segera beradaptasi dengan mobil RB21 yang disebut-sebut sulit dikendalikan musim ini.
“Pekan ini akan menjadi pekan yang gila! Ini adalah campuran dari antusiasme dan tekanan dalam menghadapi tantangan,” kata Tsunoda seperti dikutip dari Crash. “Aku telah mengendarai (RB21, red) lewat simulasi, tetapi secara langsung baru saat latihan (hari ini, red). Jadi, aku harus meningkatkan kecepatan secara cepat,” sambungnya.
Target untuk Tsunoda jelas. Yaitu meraih poin dan membatu Red Bull bersaing untuk juara konstruktor. Musim lalu, Red Bull harus melepaskan gelar tersebut setelah pembalap keduanya, Sergio Perez, sulit mendekati performa Verstappen. Saat Verstappen meraih gelar juara dunia, Perez hanya mampu berada di posisi delapan klasemen akhir pembalap.
“Pesan dari tim adalah terus melakukan yang sudah aku lakukan. Aku harus melaju cepat, memberikan banyak masukan, dan membuat mobil lebih baik,” tutur Tsunoda.
Sementara itu, Perez percaya jika Tsunoda punya segala kualitas yang dibutuhkan Red Bull. Bukan hanya soal talenta dan kecepatan. “Aku rasa dia punya mentalitas dan sikap yang tepat untuk menghadapinya,” kata Perez kepada ESPN. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO