Buka konten ini
LINGGA (BP) – Jalanan licin, bergelombang dan berlumpur tanah merah setelah terkena guyuran air hujan di Pelabuhan Roro Penarik Kabupaten Lingga mengakibatkan kendaraan roda dua dan roda empat sulit untuk melewatinya akhirnya dibenahi.
Pembenahan jalan ini dilakukan oleh swadaya dari para sopir lori dan pikap yang sudah beberapa jam tertahan di jalan tersebut akibat kondisi jalan yang tidak memungkinkan untuk dilewati. Pembenahan jalan ini dilakukan dengan menggunakan sebuah alat berat jenis buldozer yang disewa oleh sopir lori dan pikap menggunakan uang sendiri, Selasa (18/3).
Jalan di Pelabuhan Roro Penarik hingga saat ini masih merupakan kewenangan dan tanggung jawab dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Kepulauan Riau. Namun, dengan kondisi jalan yang seperti ini dan sudah sering ada keluhan dari masyarakat melalui media sosial maupun pemberitaan, pihak Dinas PUTR belum juga melakukan perbaikan terhadap jalan tersebut.
Anton, salah seorang sopir lori mengatakan dirinya bersama sopir yang lain merasa sangat kecewa terhadap pihak yang bertanggung jawab atas perbaikan dan pemeliharaan jalan yang berada di Pelabuhan Roro Penarik ini. Dari kekecewaan ini mereka berinisiatif untuk membenahi jalan itu sendiri dengan menggunakan uang dari saku masing-masing.
”Yang kami lakukan pada hari ini adalah bentuk kekecewaan terhadap pihak yang bertanggung jawab atas perbaikan dan pemeliharaan jalan ini. Bukan hanya kali ini saja, setiap hujan lebat mengguyur daerah sini, jalan akan menjadi berlumpur dan licin sehingga sulit untuk dilewati,” ujar Anton saat diwawancarai Batam Pos, Selasa (18/3).
Dengan kondisi jalan yang seperti ini akan banyak pihak yang dirugikan terutama para sopir lori dan pikap. Mereka yang mengejar target dalam bekerja harus menunggu lama di jalan ini sehingga target yang sudah direncanakan tidak dapat terealisasi dan mereka menjadi rugi.
”Kami merasa sangat dirugikan dengan kondisi jalan yang seperti ini. Padahal kami sudah memiliki target setiap harinya untuk dipenuhi, namun dengan kondisi jalan yang seperti ini target kerja yang sudah kami buat semuanya tidak dapat tercapai,” ungkap Anton.
Tidak hanya menimbulkan kerugian, kondisi jalan yang berlumpur dan licin jika dipaksakan untuk dilewati oleh para pengendara akan sangat beresiko menimbulkan kecelakaan dan mengancam keselamatan.
”Jalan yang licin dan berlumpur jika terkena guyuran hujan ini akan sangat beresiko bagi para pengendara yang memaksakan diri untuk melewatinya. Tidak menutup kemungkinan akan menakan korban jiwa jika hal ini terus-terusn dibiarkan begitu saja,” tambah Anton.
Harapannya pihak yang bertanggung jawab terhadap perbaikan dan pemeliharaan jalan ini agar segera melakukan tindakan nyata untuk memperbaikinya agar para pengendara yang mengunakan akses jalan tersebut tidak dirugikan dan tidak menimbulkan kecelakaan dan memakan korban. (*)
Reporter : VATAWARI
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI