Buka konten ini
SAGULUNG (BP) – Harga kelapa muda mengalami lonjakan signifikan, membuat para pedagang kesulitan bertahan. Kelapa muda yang biasanya dijual untuk berbuka puasa atau sebagai usaha harian kini semakin sulit dijangkau, baik oleh pedagang maupun pembeli. Kenaikan harga ini berdampak pada harga jual di pasaran yang ikut naik.
Sebelumnya, harga kelapa muda berkisar antara Rp8.000 hingga Rp9.000 per buah. Namun, kini harganya melonjak menjadi Rp13.000 per buah. Akibatnya, pedagang terpaksa menaikkan harga jual mereka menjadi Rp15.000 agar tetap mendapatkan keuntungan.
Selain menaikkan harga, pedagang juga mengurangi takaran minuman kelapa muda sebagai strategi untuk menghadapi lonjakan harga.
Langkah ini dilakukan agar mereka tetap bisa berjualan tanpa menaikkan harga secara drastis, yang berisiko mengurangi jumlah pelanggan.
Harun, seorang penyuplai kelapa muda di wilayah Batuaji, mengungkapkan bahwa kenaikan harga ini terjadi di semua daerah. Baik kelapa yang berasal dari luar daerah maupun dari wilayah Barelang mengalami kenaikan harga.
”Bukan hanya santan yang naik, kelapa juga. Memang semuanya naik,” ujarnya, kemarin.
Sumartini, seorang pedagang es kelapa di Kompleks Pasar Fanindo, Batuaji, mengatakan bahwa kenaikan harga ini sudah berlangsung lebih dari sebulan. Ia menyebutkan bahwa kenaikan ini terjadi seiring dengan meningkatnya harga santan kelapa di pasaran.
Seperti diketahui, harga santan kelapa juga mengalami lonjakan dalam beberapa bulan terakhir. Di pasar, santan curah kini bertengger di angka Rp45.000 per liter, jauh lebih tinggi dibandingkan harga sebelumnya.
Selain santan curah, santan kemasan juga mengalami kenaikan harga yang cukup drastis, bahkan mendekati 50 persen dari harga sebelumnya. Hal ini semakin membebani pedagang yang menggunakan santan sebagai bahan utama dalam usaha mereka.
Kenaikan harga ini diperkirakan disebabkan oleh beberapa faktor, seperti meningkatnya permintaan menjelang Ramadan serta terbatasnya pasokan kelapa muda. Faktor cuaca dan distribusi juga turut berperan dalam kenaikan harga komoditas ini.
Para pedagang berharap harga kelapa muda dan santan segera stabil. Mereka khawatir jika harga terus melonjak, daya beli masyarakat akan menurun dan berdampak pada usaha kecil mereka.
Konsumen pun merasakan dampak kenaikan harga ini. Banyak yang mengeluhkan harga minuman kelapa muda yang semakin mahal, bahkan takarannya pun berkurang. Mereka berharap pemerintah dapat turun tangan untuk mengendalikan harga agar tetap terjangkau. (*)
Reporter : Eusebius Sara
Editor : RATNA IRTATIK