Buka konten ini
Luna Maya memberikan penggambaran terkait karakter Nyai yang diperankannya dalam film Gundik.
Dia pun menyebut, sosok Nyai memiliki kepribadian yang menghalalkan segala cara demi dapat mewujudkan apa yang menjadi ambisinya.
”Menjadi Nyai itu nggak enak. Hidupnya gelap, penuh ambisi,” kata Luna Maya di bilangan Senayan Jakarta, akhir pekan kemarin.
Luna Maya menyatakan sosok gundik atau selir, kendati menjadi pasangan yang kurang diakui oleh raja atau pejabat, namun pengaruhnya cukup besar dalam menentukan suatu kebijakan dan langkah.
Memerankan karakter Gundik diakuinya cukup menantang karena bisa merasakan seperti apa menjadi manusia yang mengesampingkan norma atau nilai-nilai demi melanggengkan kekuasaannya dan menggapai apa yang menjadi ambisinya.
”Sebagai seorang seniman, aktor, kita selalu pengen ada tantangan apa pun perannya. Semakin di luar saya sebagai seorang Luna Maya, kita bisa masuk ke apa yang tidak kita pikirkan. Itulah menariknya,” kata Luna Maya.
Lebih lanjut dia mengatakan, memerankan karakter Nyai dalam film Gundik memberinya perspektif baru sekaligus mengambil pelajaran yang semakin mendewasakan hidupnya secara pribadi.
”Setelah keluar dari apa pun project-nya, setiap peran harus mendewasakan kita sebenarnya,” ungkap Luna Maya.
Film Gundik menceritakan tentang 4 perampok yang ingin menggasak rumah seorang wanita simpanan pejabat negara atau gundik. Namun yang tidak mereka ketahui sebelumnya adalah, sosok gundik tersebut merupakan Sang Nyai Penguasa Pantai Laut Selatan.
Para perampok yang kocak tersebut kini harus menyelamatkan diri mereka dari kematian yang dibawa oleh Sang Gundik.
Gundik merupakan simbol dari keserakahan dan kegelapan sejarah, serta relasi kekuasaan yang mematikan. Cerita Gundik yang membawa stigma, konflik batin, dan misteri diangkat kembali oleh Anggy Umbara dengan perspektif yang berbeda berlapis dalam substansinya.
Film Gundik diperkuat sejumlah aktor dan aktris kenamaan. Mereka adalah Luna Maya, Maxime Bouttier, Agus Kuncoro, Ratu Sofya, Rukman Rosadi, Tyo Pakusadewo, Arief Didu, dan banyak lagi yang lainnya. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : UMY KALSUM