Buka konten ini
Anambas (BP) – Distribusi air bersih di Kecamatan Siantan tidak berjalan normal hampir sepekan ini.
Tidak normalnya distribusi air disebabkan petugas Sistem Penyedia Air Minum (SPAM) belum menerima gaji sejak Januari lalu.
Untuk mengatasi hal ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama UPT SPAM memanggil kepala desa (kades) dan lurah di Siantan agar mencari jalan keluar.
Dari 5 kades dan lurah, terdapat satu Kades yang tidak hadir, Suriyanto selaku Kades Tarempa Selatan.
Tidak hadirnya Suriyanto membuat petugas SPAM enggan menghidupkan air di kawasan Tarempa Selatan karena tidak ada kepastian untuk mencari jalan keluar.
”Kalau daerah lain hadir dan langsung ada keputusan untuk membantu meringankan beban petugas kami dengan cara iuran Rp10 ribu per warga,” ujar Kepala UPT SPAM Siantan, Effendi, Minggu (16/3).
Effendi menegaskan pihaknya telah membuat dua opsi agar distribusi air berjalan normal, opsi pertama petugas meloskan aliran sehingga seluruh rumah mendapatkan air.
”Kalau diloskan kasihan rumah yang di daerah tinggi air tak kan naik, makanya petugas SPAM penting untuk mengontrol jalannya air,” kata Effendi.
Kemudian untuk opsi kedua, Effendi menyarankan adanya sumbangan sukarela untuk meringankan biaya hidup petugas SPAM. Semenjak tidak digaji, petugas tidak fokus bekerja karena mencari pekerjaan sampingan agar dapur rumah bisa berasap.
”Kita sama-sama tahu kondisi, dan Alhamdulillah desa dan kelurahan lain langsung bergerak. Seperti Kelurahan Tarempa langsung rapat bersama Jaksa dan Polisi karena ada sumbangan takut dikatakan pungutan liar, alhamdulillah polisi dan jaksa paham,” terang Effendi.
Untuk masalah di Tarempa Selatan, Effendi belum bisa memastikan kapan pihaknya akan mendistribusikan air karena hingga saat ini Kades Surianto masih acuh tak acuh.
”Tapi kami sudah kordinasi dengan pemuda setempat, malam tadi sudah rapat. Mungkin keputusannya sepakat adakan sumbangan untuk petugas SPAM,” kata dia.
Sementara itu, Kepala Desa Tarempa Selatan, Surianto saat dikonfirmasi membenarkan dirinya tidak menghadiri rapat terkait distribusi air bersih.
Menurutnya, tidak semua warganya yang menggunakan air bersih sehingga dia menganggap air SPAM tidak diperlukan lagi.
Surianto meminta kepada Batam Pos untuk datang ke kantor pada Senin, 17 Maret mendatang untuk diberikan klarifikasi atas tidak hadirnya di rapat bersama.
Sementara itu, seorang warga, Ali kesal dengan tindakan kades yang seolah tidak melayani warga dengan sepenuh hati. ”Padahal ini untuk kepentingan bersama, sekarang rumah saya tak jalan air akibat egonya kades,” ujar Ali.
Ali menerangkan saat ini gabungan warga Tarempa Selatan berusaha mandiri tanpa kepedulian dari seorang Kades. ”Sekarang kita berunding per RW untuk atasi masalah air ini. Mudah-mudahan dalam waktu dekat segera ada jalan keluar,” pungkas Ali. (*)
Reporter : Ihsan Imaduddin
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI