Buka konten ini
MELBOURNE (BP) – Lando Norris menjalani GP Australia dengan status baru yang belum pernah dia dapatkan selama ini: unggulan juara. Dan, hasilnya sesuai ekspektasi. Pembalap McLaren itu berhasil memenangi seri pembuka Formula 1 2025 di Sirkuit Albert Park, Melbourne, Ming-gu (16/3).
Memulai balapan dari pole position, Norris awalnya cukup nyaman berada di depan. Pembalap asal Glastonbury, Inggris itu hanya bersaing dengan rekan satu timnya, Oscar Piastri. Tapi, situasi berubah sejak lap ke-44, yakni saat hujan deras mulai turun.
Karena lintasan yang licin, Norris melebar di tikungan 12. Beruntung, dia masih bisa mengontrol mobil MCL39 kembali ke trek sebelum masuk ke pit untuk ganti ban basah. Di belakangnya, Piastri juga melebar di tikungan yang sama. Tapi apes, pembalap tuan rumah itu lanjut tergelincir ke rerumputan di tikungan 13.
Sementara, bagi Norris, tantangan masih berlanjut saat enam lap terakhir. Yaitu ketika dia bersaing ketat dengan pembalap Red Bull Max Verstappen. Di sini Norris juga mampu ‘lulus ujian’. Dia tidak sekalipun membiarkan Verstappen memimpin sebelum akhirnya menang dengan keunggulan 0,895 detik di depan sang juara bertahan.
“Balapan yang sulit, terutama dengan adanya Max di belakang saya,” kata Norris saat interview resmi denganbroadcastersetelah balapan. “Saya berusaha keras, terutama dua lap terakhir yang cukup menegangkan, ini cara yang luar biasa untuk memulai tahun ini,” tuturnya.
Ya, kemenangan dalam seri pembuka di Melbourne jadi sinyal positif bagi Norris untuk bersaing memperebutkan gelar juara musim ini. Dia untuk pertama kalinya berada di puncak klasemen sementara pembalap. Itu sekaligus mengakhiri rekor Verstappen yang selalu ada di posisi terdepan klasemen dalam 63 balapan sebelumnya.
Di sisi lain, Verstappen cukup senang dengan posisirunner-up. Apalagi, sebelum balapan GP Australia dimulai, dia tidak berharap banyak dengan mobil RB21. “Menye-nangkan di lap-lap akhir, setidaknya saya telah berusaha keras untuk menang,” kata Verstappen. “Saya sangat senang bisa membawa pulang hasil cukup baik, mencetak poin, dan ini adalah titik awal yang baik bagi kami,” tuturnya.
Sebaliknya, Piastri sangat kecewa. Apalagi, dia punya kans besar untuk finis di posisi runner-up atau bahkan menyalip Norris. Tapi, dia akhirnya justru finis di posisi sembilan. “Tentu ini kesalahan saya,” kata Norris. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO