Buka konten ini
LUBUKBAJA (BP) Jalan Yos Sudarso, dari arah Batuampar menuju Baloi, dinilai rawan kecelakaan. Jalan yang berada di atas terowongan Pelita tersebut memiliki turunan tajam dan penyempitan lajur, yang kerap mengecoh pengendara dan membahayakan bahkan sudah menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
Misalnya, pengendara yang melaju dari arah Seraya Atas dan hendak menuju ke Simpang Baloi namun mengambil lajur paling kiri, pasti akan kaget saat mendekati simpang tersebut. Pasalnya, dua lajur dari kiri tak memiliki sambungan untuk melaju lurus, melainkan ditujukan untuk berbelok ke arah Seipanas. Beberapa pengendara sepeda motor diindikasi pernah jatuh terperosok ke buffer zone di atas terowongan karena mengira jalur tersebut bisa terus melaju lurus.
Menanggapi kondisi ini, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, Salim, mengatakan pihaknya akan memasang rambu peringatan penyempi-tan lajur di lokasi tersebut.
”Memang jalan ini menurun dan cukup rawan. Kami akan segera memasang rambu peri-ngatan,” ujarnya, Minggu (16/3).
Selain rambu, Dishub juga berencana memasang pita penggaduh untuk mengurangi kecepatan kendaraan yang melintas di turunan tersebut.
”Namun, pemasangan ini memerlukan anggaran. Kemungkinan baru bisa dilakukan tahun depan,” tambahnya.
Tak hanya itu, Dishub juga akan memasang pagar penga-man jalan. Pagar ini nantinya akan dicat berwarna terang agar lebih mudah terlihat oleh pe-ngendara, terutama pada malam hari.
”Kami segera turun ke lokasi untuk mengecek kondisi jalan dan menentukan titik pemasangan pagar pengaman,” ung-kap Salim.
Kondisi jalan ini menjadi perhatian setelah seorang pekerja McDermott, Dedi Suryadi, ditemukan tergeletak di sekitar lokasi pada Sabtu (15/3) sekitar pukul 03.00 WIB. Ia diduga mengalami kecelakaan tunggal saat pulang kerja.
Dedi ditemukan di samping motornya, Yamaha Mio BP 4459 WA, masih mengenakan pakaian kerja (wearpack).
”Sejauh ini, tidak ada laporan tindak kriminal terkait kejadian tersebut,” ujar Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja, Iptu Noval Adimas, menanggapi peristiwa yang menimpa pekerja tersebut. (*)
Reporter : YOFI YUHENDRI
Editor : RATNA IRTATIK