Buka konten ini
Pendapat kontra menyatakan masih banyak insan film senior yang layak di posisi tersebut.
Vokalis grup musik Seventeen itu nyaris tidak pernah berkecimpung di dunia perfilman sama sekali kecuali saat produksi film dokumenter Seventeen berjudul Kemarin.
Film ini dibuat untuk mengenang perjalanan Seventeen hingga berujung hampir semua personelnya meninggal dunia dalam tragedi tsunami selat Sunda pada tahun 2018 silam.
Salah satu yang memberikan kritik keras datang dari penulis naskah skenario Andi Atthira.
”Nggak habis fikri, di luar nurul. Paham apa dia soal perfilman tiba-tiba ditunjuk jadi Direktur PT Produksi Film Negara? Apa yang bisa dia lakukan bagi dunia perfilman, selain bikin lagu mellow mendayu dayu,” tulisnya dalam unggahannya di akun Instagram Andi Atthira.
Pemilik akun Instagram andi_atthira menilai, sosok Deddy Mizwar atau Eros Djarot jauh lebih pantas untuk menduduki posisi sebagai Dirut PFN karena dipastikan lebih mengerti dan lebih memahami seluk beluk industri perfilman di Indonesia.
”Kenapa bukan Deddy Mizwar, Eros Djarot atau siapa kek tokoh perfilman? Minimal kayak Mira Lesmana, Garin Nugroho, atau senior senior kita yang lebih tahu harus membawa kemana arah perfilman di negara ini,” ungkapnya.
Andi Atthira mengaku tidak bisa memahami bagaimana cara pemegang kekuasaan berpikir sampai akhirnya menunjuk Ifan Seventeen sebagai Dirut PFN.
”Sungguh saya tidak mengerti apa yang mereka pikirkan…!!! Ya Tuhan, ampunilah mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat,” tandasnya. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : UMY KALSUM