Buka konten ini
BATAM (BP) – Kenakalan remaja menjadi perhatian polisi, terutama saat Ramadan. Aksi seperti balap liar, balap lari, dan perang sarung masih sering terjadi.
Polsek Batuaji meningkatkan pengawasan terhadap kenakalan remaja, khususnya selama bulan Ramadan. Kegiatan seperti perang sarung dan balap liar menjadi perhatian serius pihak kepolisian guna menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.
Setiap malam, patroli rutin dilakukan untuk mencegah aksi yang dapat mengganggu ketertiban umum. Terbaru, jajaran Polsek Batuaji berhasil menggagalkan aksi balap liar yang dilakukan sekelompok remaja di Jalan Diponegoro, Seitemiang, Rabu (5/3) dini hari.
Dalam operasi tersebut, dua unit sepeda motor yang diduga digunakan untuk balap liar diamankan ke Mapolsek Batuaji. Para remaja yang berada di lokasi diberikan peringatan keras agar tidak mengulangi perbuatan mereka.
Kapolsek Batuaji, AKP Raden Bimo, menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengawasan dan tindakan tegas terhadap berbagai bentuk kenakalan remaja. Menurutnya, balap liar dan perang sarung menjadi perhatian utama karena berpotensi mengganggu ketertiban umum serta membahayakan keselamatan pelaku maupun masyarakat sekitar.
“Semalam (kemarin) kami membubarkan aksi balap liar dan mengamankan dua unit sepeda motor. Malam sebelumnya, kami juga membubarkan anak-anak yang bermain perang sarung di belakang kawasan Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah,” ujar AKP Raden Bimo.
Kapolsek mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam mengawasi anak-anak mereka, terutama pada malam hari. Ia menekankan pentingnya pengawasan orangtua agar anak-anak tidak terlibat dalam aktivitas berisiko.
“Jangan biarkan anak-anak berkeliaran hingga larut malam, apalagi mengendarai sepeda motor tanpa pengawasan. Kami terus mengingatkan hal ini karena masih banyak anak-anak yang keluyuran malam hari dan melakukan balap liar atau kegiatan lain yang dapat merugikan diri sendiri serta orang lain,” tambahnya.
Selain mengawasi balap liar dan perang sarung, pihak kepolisian juga meminta masyarakat untuk selalu waspada terhadap ancaman tindak kejahatan. Kerja sama antara warga dan aparat kepolisian sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.
Kapolsek Sagulung, Iptu Rohandi Tambunan, juga menyampaikan imbauan serupa. Ia menegaskan bahwa kepolisian akan menindak tegas siapa pun yang melakukan kejahatan atau mengganggu ketertiban umum.
“Kami akan mengambil langkah tegas terhadap setiap pelanggaran yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban bersama. Peran serta masyarakat dalam menjaga lingkungan sangat dibutuhkan agar wilayah kita tetap kondusif,” kata Iptu Rohandi Tambunan.
Dengan patroli rutin dan dukungan masyarakat, diharapkan aksi kenakalan remaja seperti perang sarung dan balap liar dapat diminimalkan. Kepolisian pun berkomitmen untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban, khususnya selama bulan Ramadan ini.
Di tempat lain, jajaran Polsek Bengkong membubarkan perang sarung yang dilakukan sekelompok remaja pada Selasa (4/3) malam. Dua kelompok yang terlibat terdiri atas 10 anak.
“Ada 10 anak yang kami amankan dalam perang sarung ini. Setelah diamankan, kami panggil orangtua mereka, lalu dipulangkan,” ujar Kanit Reskrim Polsek Bengkong, Iptu Marihot Pakpahan.
Menurut Marihot, perang sarung ini membahayakan pelakunya. Sebab, dalam sarung kerap diisi batu untuk melukai lawan.
“Perang sarung ini tidak boleh dilakukan. Selain membahayakan diri sendiri, juga membahayakan orang lain,” ungkapnya.
Marihot mengakui bahwa selama bulan Ramadan aksi perang sarung semakin marak. Oleh karena itu, pihaknya meningkatkan patroli di lokasi-lokasi rawan.
“Patroli kami tingkatkan, terutama di titik-titik yang rawan,” katanya.
Marihot juga meminta para orangtua untuk mengingatkan anak-anak mereka agar langsung pulang ke rumah setelah salat Tarawih. “Masyarakat yang melihat aksi perang sarung dapat langsung melaporkannya kepada kami agar segera ditindaklanjuti,” tuturnya.
Sementara itu, tim gabungan dari Polsek Batam Kota dan Jatanras Polda Kepri membubarkan aksi balap lari di kawasan Bundaran Welcome to Batam (WTB), Rabu (5/3) dini hari. Balap lari ini dilakukan oleh sekelompok remaja dan pemuda yang berkumpul usai salat Tarawih.
Kanit Reskrim Polsek Batam Kota, Iptu Bobby Ramadhana Fauzi, mengatakan bahwa pembubaran dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari masyarakat dan pengunjung WTB. “Kami melakukan patroli rutin dan menemukan kelompok pemuda yang diduga melakukan balap lari,” ujarnya.
Bobby menjelaskan bahwa pembubaran ini bertujuan untuk mencegah praktik perjudian di antara para remaja. “Balap lari ini berpotensi menimbulkan praktik perjudian. Karena adanya keluhan masyarakat, kami bubarkan,” katanya.
Selain membubarkan kelompok tersebut, pihak kepolisian juga memberikan edukasi kepada para remaja yang terlibat. Mereka diimbau untuk tetap berada di rumah saat malam hari.
“Ini juga berguna agar mereka tidak melakukan perbuatan negatif saat berkumpul dengan teman-temannya,” ungkapnya.
Bobby menegaskan bahwa seluruh remaja yang terlibat telah didata, dan jika mengulangi perbuatannya, orangtua mereka akan dipanggil. “Kami juga meminta para orangtua untuk lebih mengawasi anak-anak mereka. Jangan biarkan mereka keluar malam atau mengganggu kenyamanan masyarakat yang sedang beribadah di bulan Ramadan ini,” tutupnya. (*)
Reporter : Eusebius Sara, Yofi Yuhendri
Editor : RYAN AGUNG