Buka konten ini
BATAM KOTA (BP) – Pemerintah Kota (Pemko) Batam, melalui Dinas Pendidikan (Disdik), telah menetapkan jadwal libur sekolah dalam rangka menyambut bulan Ramadan dan Idulfitri tahun ini.
Kepala Disdik Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto, mengungkapkan bahwa siswa akan mendapatkan libur lebih awal sebelum memasuki bulan suci Ramadan. Setelah masa libur tersebut, siswa akan kembali masuk sekolah pada 6 Maret dengan menerapkan pola pembelajaran khusus.
“Libur awal diberikan sejak 27 Februari (kemarin) hingga 5 Maret,” ujar Tri, Kamis (27/2).
Ia menjelaskan bahwa selama Ramadan, kegiatan belajar mengajar akan mengalami penyesuaian, termasuk pengurangan jam belajar. “Setiap hari, kegiatan belajar akan dimulai pukul 07.00 WIB hingga 12.00 WIB,” tambahnya.
Selain itu, setelah libur awal, siswa akan mengikuti program pesantren kilat yang berlangsung selama tiga hari pertama masuk sekolah. Program ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman keagamaan siswa selama Ramadan.
“Pesantren kilat akan menjadi bagian dari pembelajaran keagamaan. Setelah tiga hari pertama, kegiatan belajar akan kembali seperti biasa,” katanya.
Jadwal libur sekolah berikutnya ditetapkan mulai 26 Maret hingga 8 April dalam rangka libur bersama Idulfitri. Siswa akan kembali masuk sekolah pada 9 April.
Selama bulan Ramadan, sekolah juga akan mengadakan pembelajaran keagamaan yang tidak hanya diperuntukkan bagi siswa muslim, tetapi juga bagi siswa non-muslim.
“Setiap agama tetap mendapatkan pembelajaran keagamaan, tetapi dalam ruang kelas yang terpisah,” jelasnya.
Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan seluruh siswa mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai ajaran agamanya masing-masing. Pemerintah juga berharap kebijakan ini dapat meningkatkan toleransi antarumat beragama di lingkungan sekolah.
Selain itu, pengurangan jam belajar selama Ramadan bertujuan agar siswa tetap dapat fokus menjalankan ibadah puasa tanpa mengurangi kualitas pendidikan.
Tri menambahkan bahwa pihaknya berharap seluruh sekolah dapat melaksanakan kebijakan ini dengan baik.
“Kami ingin memastikan bahwa pembelajaran tetap berjalan efektif, meskipun ada penyesuaian selama Ramadan,” pungkasnya. (*)
Reporter : Arjuna
Editor : RATNA IRTATIK