Buka konten ini
LINGGA (BP) – Harga getah karet di Kabupaten Lingga mengalami kenaikan sejak awal tahun 2025. Saat ini, harga getah karet mencapai Rp11.000 per kilogram, memberikan angin segar bagi para petani karet dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Sebelumnya, pada tahun 2024, harga karet sempat anjlok hingga Rp6.000 per kilogram, membuat kondisi para petani karet cukup memprihatinkan.
Udin, 41, seorang petani karet, mengungkapkan rasa syukurnya atas kenaikan harga tersebut.
”Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dengan kenaikan harga ini. Beberapa waktu belakangan, harga getah karet yang kami jual sangat rendah,” ujar Udin saat dikonfirmasi pada beberapa waktu lalu.
Udin menjelaskan bahwa kebun karet yang ia garap merupakan milik orang lain. Hasil penjualan getah karet nantinya dibagi dua dengan pemilik kebun.
”Kebun ini bukan milik saya, saya hanya menumpang mengelolanya. Hasil penjualan dibagi 70% untuk saya dan 30% untuk pemilik kebun,” jelasnya.
Setiap tiga hari, Udin menjual sekitar 90 kilogram getah karet. Jika ditotalkan, dalam sebulan ia bisa menjual sekitar 720 kilogram.
”Biasanya, setiap tiga hari sekali saya menjual sekitar 90 kilogram karet. Kalau dihitung, dalam sebulan bisa mencapai 720 kilogram, lalu hasilnya dibagi dengan pemilik kebun,” ungkapnya.
Udin berharap kenaikan harga ini dapat bertahan sehingga para petani karet bisa mendapatkan penghasilan yang lebih layak.
”Dengan kenaikan harga ini, saya bisa memperoleh sedikit keuntungan lebih. Istri dan keluarga saya pun bisa lebih mudah memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk pendidikan anak-anak,” tutupnya. (*)
Reporter : VATAWARI
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI