Buka konten ini
MOJOKERTO (BP) – Pengadaan air untuk sawah merupakan salah satu strategi Bank Indonesia (BI) dalam mengendalikan inflasi. Khususnya, ke sektor pertanian sehingga menjaga ketahanan pangan.
Deputi Gubernur BI Doni Primanto Joewono mengungkapkan, infrasturktur air bersih membantu upaya dalam menjaga produksi sektor pertanian. Terutama di daerah lumbung padi nasional yang terkendala ketersediaan air seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan daerah lainnya.
”Pengairan yang tidak memadai akan memengaruhi produksi pangan. Kalau terjadi kelangkaan pangan, maka mengakibatkan harga naik atau inflasi. Itu kenapa kami bergabung dalam program ini,” kata Doni di Kabupaten Mojokerto, Jatim, Senin (24/2).
Dia memproyeksikan inflasi untuk periode Ramadan dan Lebaran akan tetap terjaga di bawah 3 persen. Hal itu didorong oleh adanya deflasi akibat penurunan tarif listrik. Meskipun demikian, penting untuk tetap memonitor inflasi inti.
Menurut Doni, jika inflasi inti masih di bawah 2 persen, maka daya beli masyarakat masih bagus. Sebab, 58 persen dari pertumbuhan ekonomi Indonesia itu dari konsumsi. ”Semoga bisa mencapai sesuai target pemerintah,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengapresiasi dukungan BI. Dia menyoroti sekitar 27 juta jiwa masyarakat yang belum mendapatkan akses air bersih. Sedangkan, program TNI baru bisa mendekatkan akses air bersih kepada 1,2 juta jiwa.
”Kami juga berharap pemerintah daerah di desa-desa bisa melanjutkan program sampai ke rumah warga. Nanti kita bisa evaluasi, kita akan membuat sanitasi di perumahan. Ini harus berlanjut karena ini sangat berpengaruh kepada kesehatan masyarakat,” beber Maruli. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO