Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat dana pihak ketiga (DPK) perbankan tumbuh 4,48 persen year-on-year (yoy) menjadi Rp 8.837,2 triliun per akhir Desember 2024. Pertumbuhan tersebut lebih rendah dibanding bulan sebelumnya sebesar 7,54 persen yoy. Giro, tabungan, dan deposito masing-masing tumbuh sebesar 3,34 persen; 6,78 persen; dan 3,50 persen yoy.
“Meskipun demikian, pertumbuhan DPK pada 2024 lebih tinggi dibandingkan tahun 2023 yang tumbuh sebesar 3,73 persen yoy,” ucap Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae di Jakarta, Senin (24/2).
Dia memastikan likuiditas industri perbankan tetap memadai. Rasio alat likuid/non core deposit (AL/NCD) dan alat likuid terhadap DPK (AL/DPK) masing-masing sebesar 112,87 persen dan 25,59 persen. Keduanya masih di atas threshold masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen. Sedangkan, liquidity coverage ratio (LCR) berada di level 213,23 persen.
Pada 2025, OJK memperkirakan perbankan akan tetap melanjutkan tren positif, baik penghimpunan dana maupun penyaluran kredit. Dengan rasio permodalan yang tinggi, perbankan memiliki pencadangan atau buffer yang memadai untuk menghadapi tantangan, peluang, dan prioritas kebijakan sehingga, mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
”Jika penghimpunan dana cukup positif, maka ketersediaan likuiditas perbankan akan tetap terjaga dan menjadi sumber utama penyaluran kredit perbankan,” tuturnya.
Sementara itu. PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) meluncurkan Young Nyala. Yaitu, sebuah solusi finansial yang dirancang khusus untuk membantu orang tua dengan anak di bawah usia 17 tahun. Tujuannya mengajarkan kebiasaan menabung dan mengelola keuangan secara bijak.
Kesadaran akan pentingnya literasi keuangan sejak usia dini semakin berkembang, sejalan dengan aspirasi OJK yang menargetkan peningkatan literasi dan inklusi keuangan nasional. Hal ini termasuk program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCAR) yang bertujuan meningkatkan inklusi keuangan sebesar 3 persen setiap tahun dalam rangka mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Dengan membekali anak-anak dengan pemahaman keuangan yang baik sejak kecil, mereka diharapkan mampu membuat keputusan finansial yang bijak di masa depan.
Personal Banking Division Head OCBC Chinni Yanti Tjhin mengatakan bahwa Young Nyala dirancang khusus untuk anak berusia 10 hingga 17 tahun. Salah satu sorotan utama dari peluncuran ini adalah komitmen OCBC untuk meningkatkan portofolio tabungan anak.
”Dari portfolio tabungan anak yang telah kami bangun selama bertahun-tahun, target kami tahun ini adalah untuk menggandakan pertumbuhan tersebut. Dengan pencapaian ini, tabungan anak diharapkan dapat berkontribusi sebesar 10 perse terhadap target pertumbuhan simpanan bank,” tuturnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO